Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi menegaskan komitmen Pemkab menjaga anggaran santunan anak yatim sebesar Rp1,2 miliar meski harus memotong biaya operasional pimpinan dan dinas.
Panyabungan, StartNews – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menunjukkan komitmen keberpihakan sosial dengan tetap memprioritaskan anggaran santunan anak yatim di tengah kebijakan efisiensi nasional. Meski harus memangkas besar-besaran pada pos anggaran operasional pejabat dan pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah memastikan alokasi untuk anak yatim pada APBD 2026 tidak mengalami pengurangan.
Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution mengungkapkan keberlanjutan program ini merupakan hasil skala prioritas yang ketat. Dia mengatakan hampir seluruh sektor terkena dampak rasionalisasi anggaran, kecuali jaminan sosial bagi anak yatim dan piatu.
“Semua kebutuhan kami dipotong: kebutuhan pimpinan dipotong, kebutuhan dewan dipotong, kebutuhan kepala dinas dipotong, kebutuhan pembangunan jalan, air bersih dipotong. Tapi tidak dengan anak yatim,” tegas Atika saat menyalurkan santunan di Masjid Nurul Iman, Desa Pagaran Galagala, Kecamatan Panyabungan Selatan, Jumat (13/3/2026).
Langkah ini diambil Pemkab Madina sebagai bentuk perlindungan di tengah upaya penghematan yang diinstruksikan pemerintah pusat. Atika menyebutkan total anggaran yang disiapkan mencapai Rp1,2 miliar untuk tahun 2026. Menurut dia, mempertahankan angka tersebut merupakan pencapaian tersendiri mengingat ruang gerak fiskal daerah yang terbatas.
“Tahun ini walaupun belum bisa ditambah dari tahun sebelumnya, setidaknya tidak kami kurangi,” ujarnya.
Dalam penyaluran itu, terdapat lebih dari 120 anak yatim di Kecamatan Panyabungan Selatan yang terdata sebagai penerima manfaat. Namun, hanya sekitar 80 anak yang menerima secara langsung di lokasi. Sementara sisanya akan disalurkan melalui perangkat desa.
Atika menyampaikan pesan kepada para kepala desa agar dana tersebut sampai ke tangan yang berhak tanpa potongan sedikit pun.
Selain memastikan transparansi penyaluran, Atika juga memberikan edukasi kepada para orangtua dan anak-anak penerima bantuan agar menggunakan uang tersebut secara bijak. Dia mewanti-wanti agar dana santunan tidak habis untuk keperluan konsumtif yang tidak bermanfaat, melainkan difokuskan untuk menyambut kebutuhan lebaran dan pendidikan.
“Uangnya jangan dibelikan petasan, tembak-tembak, atau chip gim online. Belanjakan untuk kebutuhan hari raya atau keperluan sekolah,” tutur Atika.
Reporter: Sir





Discussion about this post