Kisah pertemuan tidak sengaja santri TK Islam Al-Husna dengan Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi yang baru mendarat di Bandara Jenderal Besar AH Nasution.
Bukitmalintang, StartNews – Pagi itu, Kamis 26 Februari 2026, suasana di Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, Bukitmalintang, Mandailing Natal (Madina), terasa berbeda dari biasanya. Puluhan pasang mata mungil dengan seragam olahraga oranye cerah tampak berkerumun di area bandara dengan penuh rasa ingin tahu.
Para santri dari TK Islam Al-Husna Huraba I, Kecamatan Siabu, itu awalnya hanya datang untuk sebuah misi sederhana. Mereka ingin melihat dari dekat kemegahan “burung besi” dan belajar tentang dunia kedirgantaraan yang selama ini hanya mereka lihat di buku gambar. Namun, takdir justru menyuguhkan skenario pendidikan yang jauh lebih berkesan dari sekadar teori di lapangan.
Riuh rendah suara mesin pesawat yang mendekat seketika membungkam celoteh anak-anak tersebut. Mata mereka berbinar menyaksikan sebuah pesawat mendarat dengan mulus di landasan pacu kebanggaan masyarakat Mandailing Natal itu.
Ketegangan yang bercampur dengan rasa kagum berubah menjadi sorak kegembiraan saat pintu pesawat terbuka. Bukan sekadar kru pesawat yang turun, melainkan sosok pemimpin perempuan nomor dua di Kabupaten Madina. Perempuan berwajah teduh itu Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, yang baru saja kembali dari perjalanan tugasnya.
Pertemuan yang sama sekali tidak direncanakan ini menjadi momen magis di apron bandara. Di tengah jadwalnya yang padat, Atika Azmi tampak luluh melihat barisan anak-anak yang menyambutnya dengan tatapan polos dan penuh kekaguman.
Tanpa sekat protokoler yang kaku, Atika menyempatkan diri menyapa dan berbagi senyum dengan para generasi penerus Madina itu. Kehadiran sang Wakil Bupati seolah menjadi ilustrasi nyata bagi anak-anak itu bahwa pesawat yang mereka lihat bukan hanya alat transportasi, melainkan jembatan bagi siapa saja untuk mengejar mimpi besar dan kembali membangun tanah kelahiran.
Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti para guru dan pendamping yang menyaksikan interaksi spontan tersebut. Kepala Sekolah TK Islam Al-Husna H. Damri Pulungan Lc, M.Ag., mengungkapkan rasa syukurnya atas keberuntungan yang dialami anak didiknya.
Bagi dia, pertemuan tidak sengaja ini menjadi hadiah yang akan terus diingat oleh para santri hingga mereka dewasa nanti. Inilah pengalaman yang memadukan antara wawasan teknologi dan figur kepemimpinan secara langsung di lapangan.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tapi melihat langsung bagaimana bandara ini beroperasi. Namun, pertemuan dengan Ibu Wakil Bupati tadi benar-benar di luar dugaan dan menjadi kenang-kenangan yang luar biasa bagi mereka. Inilah pengalaman pendidikan yang tak ternilai harganya,” tutur H. Damri Pulungan dengan nada bersyukur sambil mendampingi anak-anak berfoto bersama di depan pesawat.
Momen tersebut kemudian diabadikan secara profesional sebagai bukti bahwa Bandara Jenderal Besar AH Nasution kini bukan sekadar objek vital transportasi, melainkan ruang interaksi yang hangat antara pemimpin dan rakyatnya, bahkan sejak usia dini.
Meskipun wajah anak-anak tampak sedikit lelah setelah berkeliling, rona bangga terpancar jelas saat mereka berpose di samping pesawat bersama sang Wakil Bupati. Hari itu, para santri TK Islam Al-Husna tidak hanya belajar tentang cara pesawat terbang, tetapi juga tentang bagaimana cita-cita besar bisa dimulai dari tanah sendiri.
Reporter: Sir





Discussion about this post