• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, April 11, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Pakar Hukum Kritik Polres Madina: Rehabilitasi Jangan Jadi Tameng Pengedar Narkoba

by Redaksi
Jumat, 20 Februari 2026
0 0
0
Pengamat Hukum: Jangan Mudah Usulkan Residivis Narkoba Jalani Rehabilitasi

Dr. Sarmadan Pohan, SH, MH. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

Pakar Hukum UMTS Dr. Sarmadan Pohan mengkritik Satuan Narkoba Polres Madina soal rehabilitasi kilat terduga pengedar narkoba, AAN. Benarkah hukum di Madina sudah tumpul?

Panyabungan, StartNews – Kasus narkoba yang ditangani oleh Satuan Narkoba Polres Mandailing Natal (Madina) menuai kritik tajam dari Dr. Sarmadan Pohan, SH, MH. Pengamat hukum dari Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) ini menyoroti terduga pengedar narkoba asal Kelurahan Kotasiantar yang bebas hanya dalam hitungan hari setelah menjalani rehabilitasi kilat.

Kritik itu mencuat menyusul kekecewaan masyarakat atas proses hukum AAN yang diamankan dalam operasi besar pada 24 Januari 2026. Meski saat penangkapan disaksikan banyak warga dan berbagai unsur aparat, AAN justru hanya dikirim ke lembaga rehabilitasi dan sudah terlihat menghirup udara segar pada 17 Februari 2026 tanpa proses peradilan yang tuntas.

Sarmadan menilai penyidik seharusnya tidak terpaku pada ketiadaan barang bukti fisik narkoba saat penggeledahan untuk langsung mengusulkan asesmen rehabilitasi. Menurut dia, dalam KUHAP Nomor 20 Tahun 2025 yang merupakan pembaruan dari UU No. 8 Tahun 1982, penyidik diberikan ruang yang luas untuk melakukan pendalaman materiil, termasuk penggunaan teknologi informasi dalam pembuktian.

“Tugas penyidik itu luas, bisa menyelidiki lalu menyidik. Jangan serta-merta berkaca pada aturan jika tidak ada barang bukti narkoba ditemukan langsung dijadikan payung hukum,” tegas Dr. Sarmadan Pohan, Jumat (20/2/2026).

BACA JUGA:

  • Polemik Surat Miskin Lurah Kotasiantar di Balik Bebasnya Tersangka Narkoba AAN
  • Matinya Efek Jera di Madina

Pakar hukum ini juga menyentil pola kerja Satuan Narkoba Polres Madina yang dianggap sudah menjadi rahasia umum, yakni sering menggunakan celah asesmen ke BNNK jika barang bukti di bawah ketentuan.

Sarmadan mempertanyakan bagaimana komitmen pemberantasan narkoba bisa berjalan jika penegakan hukum berakhir pada rehabilitasi singkat yang tidak memberikan efek jera.

“Bagaimana ada efek jera bagi pelaku dan terduga pengedar apabila rehabilitasi menjadi tolak ukur penegakan hukum akhir. Ini ada apa?” ujar Sarmadan.

Sarmadan berharap kepemimpinan Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy. Dia mendesak  mantan penyidik senior di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini meningkatkan integritas dan ketegasan dalam menyidik kasus narkotika di Madina, tanpa memandang besarnya barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

“Apalagi Kapolres kita ini bekas penyidik di lembaga KPK, sudah senior. Masyarakat menunggu keberanian beliau dalam menegakkan hukum di Madina secara murni,” kata Sarmadan.

Untuk diketahui, AAN diringkus di kediamannya di Lingkungan 1, Kotasiantar, Kecamatan Panyabungan dalam kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). Meski hanya ditemukan alat hisap dan plastik bekas pakai, antusiasme ribuan warga saat penangkapan menunjukkan harapan besar masyarakat akan bersihnya wilayah mereka dari narkoba.

Namun, pembebasan AAN dari Yayasan Rehabilitasi Amelia di Padangsidimpuan yang belum genap sebulan justru menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Reporter: Sir

Tags: Pakar HukumPengedar Narkobapolres madinaRehabilitasiUMYS
ShareTweet
Next Post
Bareskrim Polri Buru Aktor Utama Penyelundupan Timah ke Malaysia

Bareskrim Polri Buru Aktor Utama Penyelundupan Timah ke Malaysia

Discussion about this post

Recommended

MARSAMBAR HODA

LOPO SI PAET (5)

2 tahun ago
Polda Sumbar Masih Selidiki Kecelakaan Bus ALS yang Telan 12 Korban Jiwa

Polda Sumbar Masih Selidiki Kecelakaan Bus ALS yang Telan 12 Korban Jiwa

11 bulan ago

Popular News

  • Diduga Dianiaya, Seorang Pria Tewas di Lokasi Tambang Emas Ilegal Desa Runding

    Diduga Dianiaya, Seorang Pria Tewas di Lokasi Tambang Emas Ilegal Desa Runding

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Madina Tetapkan Enam Tersangka Kasus Pembunuhan Pencuri Gelundung di Desa Runding

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria yang Tewas di Desa Runding Diduga Diculik dari Tempat Usaha Galundung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ASN Pemkab Madina Bekerja dari Rumah Setiap Hari Jumat, Kecuali Pegawai Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Nama 59 Pejabat yang Dilantik Bupati Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025