Tapsel, StartNews – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu menegaskan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tapsel memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengembangkan karier tanpa adanya praktik diskriminasi. Hal ini disampaikan bupati saat membuka kegiatan KETABO (Kepegawaian Tapanuli Selatan Bimbingan Online) Seri-I, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tapsel ini dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting dari Ruang Rapat Bupati. KETABO Seri-I ini diikuti oleh ASN dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan se-Kabupaten Tapanuli Selatan.
Dalam arahannya, Gus Irawan menekankan bahwa penerapan manajemen talenta bertujuan untuk menghapus penilaian subjektif dalam promosi jabatan. Ia menjamin bahwa latar belakang personal, masa kerja, hingga kesamaan marga tidak akan menjadi penentu kenaikan pangkat atau jabatan.
“Tujuan sesungguhnya adalah agar setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Bukan berdasarkan marga. Dari awal saya sudah konsen dengan lahirnya Peraturan Bupati tentang Manajemen Talenta,” tegas Gus Irawan.
Bupati menjelaskan kebijakan ini merupakan implementasi dari visi misi Pancacita, khususnya poin keempat mengenai reformasi birokrasi. Melalui manajemen talenta, Pemkab Tapsel berupaya mencari calon pemimpin terbaik untuk mengisi posisi strategis berdasarkan kompetensi.
“Saya tidak mengenal satu per satu seluruh ASN. Dengan manajemen talenta ini, kita bisa mendapatkan calon-calon terbaik. Kita ingin Tapsel bangkit dengan menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat (right man on the right place),” tambahnya.
Lebih lanjut, Gus Irawan mengaitkan peningkatan kualitas SDM dengan tantangan ekonomi daerah. Mengingat sektor pertanian sebagai penyumbang PDRB terbesar sedang terdampak bencana banjir dan longsor, ia mendorong ASN di sektor lain untuk berinovasi guna menjaga stabilitas ekonomi Tapsel.
“Tidak ada hasil luar biasa tanpa upaya yang luar biasa. Prestasi ASN akan menjadi bagian penting dalam penilaian. Tidak ada urusan alumni mana, semuanya berdasarkan fakta dan kinerja,” pungkasnya.
Sementara Kepala BKD Tapsel Ahmad Suaib Harianja menjelaskan program KETABO ini berfungsi sebagai sarana pembinaan dan pendampingan pembangunan Manajemen Talenta Instansi ASN. Pada Seri-I ini, fokus utama adalah edukasi teknis mengenai tata cara pengisian data manajemen talenta.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kepala Bidang Mutasi BKD Tapsel Hombang Tampubolon, yang memaparkan secara detail implementasi sistem tersebut kepada para peserta.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post