Jakarta, StartNews – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu melaporkan situasi bencana yang melanda sebagian wilayah Tapsel ke Komisi V DPR RI. Hari ini (26/11/2025), Komisi V DPR langsung membahas bencana itu dalam rapat kerja dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Gus Irawan melaporkan dampak bencana alam itu agar mendapatkan porsi lebih bantuan dalam penanganan atau perbaikan infrastruktur status nasional yang rusak akibat bencana tersebut.
Dalam rapat kerja dengan Kementerian PU, pimpinan Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras mengaku mendapat telepon dari Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu.
“Kemarin mendapatkan telepon dari Bupati Tapanuli Selatan, Pak Gus Irawan Pasaribu. Di sana mungkin Pak Menteri atau Pak Dirjen sudah memahami, ada bencana longsor, jalan nasional kita terputus di sana untuk jalan Batangtoru batas Kabupaten Tapsel-Kabupaten Madina,” kata Andi Aras dalam rapat kerja tersebut.
Menurut dia, bila hal-hal seperti ini terjadi, tidak hanya di Sumatera Utara, tapi juga di provinsi lain, perlu anggaran penanganan bencana dioptimalkan.
“Saya kira kalau hal-hal seperti ini terjadi, tidak saja misalkan di Sumatera Utara, mungkin juga di provinsi lain juga banyak seperti itu. Mungkin perlu, ya, maksud saya anggaran penanggulangan bencana ini dioptimalkan. Sungai-sungai misalkan yang bobol tanggulnya sehingga membuat beberapa desa atau kecamatan tergenang. Atau, bahkan satu kabupaten seperti waktu itu Kabupaten Luwu Utara. Ini bisa dimaksimalkan penanganannya, tidak harus menunggu anggaran yang baru direncanakan sehingga ada anggaran stand by untuk bencana ini,” kata Andi Aras.
Tak lupa, Andi Aras juga memberikan solusi kepada Kementerian PU bila nantinya ada anggaran penanganan bencana yang tidak terserap.
“Nanti di ujung tahun anggaran, anggaran yang tidak terserap ini bisa dialihkan ke kegiatan-kegiatan yang multiyears kontrak yang belum terbayarkan. Tapi, untuk langkah antisipatif, ada dulu dana bencana yang kita siapkan lebih dari yang biasanya. Saya tau sudah ada, tetapi mungkin bisa lebih ditingkatkan,” ucap Andi Aras.
Sebanyak 13 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dilanda bencana banjir, longsor, dan pohon tumbang pada Selasa (25/11/2025). Bencana ini disebabkan tingginya curah hujan sejak Senin (24/11/2025).
Hingga Rabu (26/11/2025), bencana ini telah merenggut 15 nyawa, puluhan orang luka berat dan ringan, ribuan orang mengungsi, serta merusak rumah, fasilitas umum seperti infrastruktur daerah maupun status nasional, termasuk jalan nasional di kawasan Danau Siais, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post