MBG, StartNews – Rasa cemas menghantui warga di wilayah Siulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang baru saja dilanda banjir luapan Sungai Parlampungan. Warga makin khawatir setelah mengetahui adanya aktivitas penambangan emas ilegal (PETI) menggunakan ekskavator di hulu sungai kawasan Sininjon, sehingga berpotensi memicu banjir yang lebih dahsyat.
Aktivitas penambangan ilegal yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir ini dilaporkan telah menciptakan kolam besar di hulu sungai. Warga khawatir kolam tersebut sewaktu-waktu meluap dan menerjang permukiman warga di Siulangaling.
“Aktivitas pertambangan emas ilegal yang menggunakan ekskavator ini membuat kolam besar yang sewaktu-waktu bisa meluap hingga menerjang permukiman warga di Siulangaling,” kata seorang warga Siulangaling kepada StartNews melalui pesan WhatsApp, Selasa (25/11/2025).

Dia menyebutkan lokasi tambang emas ilegal itu berada di hulu sejumlah desa seperti Ranto Panjang, Lubuk Kapundung 1, Lubuk Kapundung II, dan Hutarimbaru. Dalam prosesnya, beberapa pohon besar dilaporkan telah ditebangi oleh para penambang.
Warga khawatir jika hujan lebat terus mengguyur wilayah itu dapat menimbulkan banjir yang lebih dahsyat. Warga khawatir arus banjir akan membawa material kayu-kayu besar dari lokasi pertambangan ilegal.
Bahkan, warga makin cemas saat banjir setinggi 1 hingga 2 meter melanda Desa Hutarimbaru beberapa hari terakhir. Warga terpaksa ronda malam menggunakan perahu robin untuk memantau kondisi luapan sungai, sekaligus mengantisipasi kemungkinan terburuk dari dampak aktivitas tambang ilegal tersebut.
Reporter: Agus Hasibuan





Discussion about this post