• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Bupati Madina Cemas, Bahaya Narkoba Mulai Menyasar Anak Sekolah

by Redaksi
Rabu, 14 Mei 2025
0 0
0
Bupati Madina Cemas, Bahaya Narkoba Mulai Menyasar Anak Sekolah

Bupati Madina H. Saipullah Nasution saat menghadiri acara penamatan santri pondok pesantren di Desa Salambue, Kecamatan Panyabungan, Rabu (14/5/2025). (FOTO: STARTNEWS/FADLI MUSTAFID)

ADVERTISEMENT

Panyabungan, StartNews Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution kembali menyoroti persoalan bahaya narkoba yang kini mulai menyasar anak-anak sekolah.

“Persoalan narkoba kini tidak hanya menyasar kalangan dewasa, tetapi juga telah merambah ke lingkungan sekolah,” kata Saipullah saat menghadiri acara penamatan santri pondok pesantren di Desa Salambue, Kecamatan Panyabungan, Rabu (14/5/2025).

Saat ini, kata Saipullah, pengaruh globalisasi makin terasa di Madina. Dalam kunjungannya ke sejumlah wilayah, dia mengatakan para kepala desa secara khusus meminta perhatian Pemkab Madina terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Menyikapi kondisi ini, Saipullah akan mengadakan rapat bersama Forkopimda untuk membahas cara memberantas narkoba.

“Secara khusus pada hari Jumat, saya akan memimpin rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait yang melibatkan Polres, Dandim, Kajari, serta unsur pemerintah daerah,” tegasnya.

Dia khawatir jika narkoba sudah masuk ke ruang-ruang kelas, maka upaya penanggulangannya akan jauh lebih sulit. Kalau ini sampai masuk ke dunia kelas, maka sungguh sangat berat kita untuk mengatasinya, katanya.

Dalam upaya pencegahan, Saipullah seluruh elemen pendidikan, khususnya lembaga berbasis keagamaan seperti pondok pesantren, untuk berperan aktif mengedukasi dan mengingatkan generasi muda terkait bahaya narkoba.

Jika peredaran narkoba dibiarkan meluas di lingkungan masyarakat, menurut dia, bukan tidak mungkin daerah akan mengalami loss generation.

Kita bisa mengalami kekosongan kepemimpinan, karena generasi yang ada rusak akibat narkotika, tegasnya.

Selain persoalan narkoba, Saipullah juga menyoroti dampak negatif kemajuan teknologi informasi terhadap dunia pendidikan dan karakter generasi muda.

“Di satu sisi, teknologi kita butuhkan sebagai sarana informasi dan komunikasi. Dunia pendidikan saat ini tidak bisa lagi lepas dari teknologi informasi,” sebutnya.

Namun, Saipullah menilai penggunaan teknologi yang tidak terkontrol justru menimbulkan persoalan baru, terutama di kalangan pelajar. Anak-anak, menurut dia, mulai kehilangan minat belajar dan membaca buku karena lebih senang bermain gawai.

“Bahkan mereka lebih senang sekarang main gadget, untuk mempelajari sesuatu pun sudah malas. Berdasarkan survei yang dilakukan tingkat literasi masyarakat di Sumut juga mulai turun, karena niat membaca buku sudah berkurang,” paparnya.

Dia juga menambahkan, budaya membaca di perpustakaan hampir tidak terlihat lagi. Anak-anak lebih memilih bertanya kepada Mbah Google tanpa memeriksa kebenaran atau latar belakang kontennya.

“Padahal, kita belum tahu siapa yang mengisi konten di Google itu. Apakah berbasis Islam atau tidak, apakah memiliki akidah yang sama atau tidak. Sementara yang menggunakan justru anak-anak pesantren,” katanya.

Bupati mengajak seluruh lembaga pendidikan, termasuk pesantren, untuk membimbing siswa dalam memanfaatkan teknologi secara bijak, serta menghidupkan kembali budaya membaca buku sebagai fondasi literasi dan karakter bangsa.

Reporter: Fadli Mustafid

Tags: Anak SekolahBahayabupati madinanarkoba
ShareTweet
Next Post
Biaya Haji Turun Tahun Ini, Bupati Tapsel Apresiasi Presiden Prabowo

Biaya Haji Turun Tahun Ini, Bupati Tapsel Apresiasi Presiden Prabowo

Discussion about this post

Recommended

Gubernur Sumut Serahkan 10 Ribu BPJS Ketenagakerjaan kepada Masyarakat

Gubernur Sumut Serahkan 10 Ribu BPJS Ketenagakerjaan kepada Masyarakat

4 tahun ago
Diduga Ada 6 Orang Kelompok Perusuh Mompang Julu yang Diamankan Polisi

Diduga Ada 6 Orang Kelompok Perusuh Mompang Julu yang Diamankan Polisi

6 tahun ago

Popular News

  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Praktisi Hukum Desak Kejaksaan Usut Aktor Utama Dugaan Korupsi Smart Village

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Tapsel Dorong Transformasi Mustahik Jadi Muzakki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantah Berita Setoran Pengamanan, Kejari Madina Lapor ke Dewan Pers

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026