• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, Agustus 6, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Pengamat Politik: PDIP Tabuh Genderang Perang ke Pemerintah

by Redaksi
Sabtu, 22 Februari 2025
0 0
0
Pengamat Politik: PDIP Tabuh Genderang Perang ke Pemerintah

FOTO: Dokumentasi Tim Media PDIP.

ADVERTISEMENT

Jakarta, StartNews Pengamat Politik Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai secara kelembagaan PDIP tengah menabuh genderang perang dengan pemerintah, menyusul larangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada kepala daerah dari partainya untuk mengikuti acara pembekalan ataureatret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

PDIP menegaskan oposisinya terhadap pemerintah. Tentu ini kaitannya dengan penahanan Hasto sebagai Sekjen mereka oleh KPK, kata Iwan, seperti dirilis liputan6.com, Sabtu (22/2/2025).

Terlepas dari kasus hukum yang menjerat Hasto, Iwan memandang PDIP menganggap penetapan Hasto sebagai tersangka yang akhirnya ditahan sangat besar muatan politiknya. Artinya, hal tersebut merupakan rangkaian konflik antara PDIP dengan Jokowi.

Bagi PDIP, Jokowi lah aktor kekuatan politik di balik kasus ini. Sementara posisi Jokowi bersama rezim sekarang semakin mesra dan kuat, itu ditunjukkan dalam puncak HUT Gerindra beberapa hari yang lalu, jelas Iwan.

Iwan meyakini, drama antara PDIP dan Jokowi akan terus berlanjut ke episode selanjutnya. Kita lihat saja kedepan, sampai di mana ujung konflik PDIP dengan Jokowi ini,” tandasnya.

Sementara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan seluruh kepala daerah yang telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto untuk tetap hadir dalamretreat kepala daerahyang dilaksanakan di Magelang.

Hal ini menanggapi instruksi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang meminta kepala daerah dari PDIP tak menghadiri acara retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

“Ini kan urusan kepemerintahan yang mengundang kepala daerah, yang mengundang Presiden. Ya mestinya hadir, datang,” ujar Jokowi di rumah pribadinya di Solo pada Jumat (21/2/2025).

Menurut Jokowi kepala daerah adalah pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Karena itu, mereka memiliki tanggung jawab utama untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan kepentingan lainnya.

“Karena mereka dipilih oleh rakyat dan untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara, bukan untuk yang lain,” tegas Jokowi.

Instruksi Megawati

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh kepala daerah yang berasal dariPDIPagar tidak mengikuti retret kepemimpinan yang dijadwalkan berlangsung di Akademi Militer, Magelang, pada 2128 Februari 2025, dengan alasan yang berkaitan dengan dinamika politik nasional yang sedang berkembang.

Surat bernomor 7294/IN/DPP/II/2025 tersebut ditandatangani langsung oleh Megawati pada 20 Februari 2025, di mana dalam isi suratnya dijelaskan bahwa sebagai Ketua Umum PDIP, dia memiliki wewenang penuh dalam mengarahkan seluruh kebijakan partai, termasuk dalam hal partisipasi kader dalam acara-acara pemerintahan yang melibatkan unsur eksternal.

Selain itu, dalam instruksinya, Megawati juga menegaskan bahwa seluruh kepala daerah PDIP yang sudah dalam perjalanan menuju Magelang harus segera berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari DPP PDIP, sambil tetap menjaga komunikasi aktif dengan pusat komando partai untuk mengantisipasi perubahan kondisi politik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk menunda perjalanan yang akan mengikutiretreat AkmilMagelang pada tanggal 2128 Februari 2025. Sekiranya telah dalam perjalanan menuju Kota Magelang untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Umum,” tertulis dalam surat.

Reporter: Sir/liputan6

Tags: Genderang PerangPDIPPemerintahPengamat Politik
ShareTweet
Next Post
Dewan Pendidikan Madina Soroti Kasus Mesum Oknum Kepsek dan Guru Honorer

Dewan Pendidikan Madina Soroti Kasus Mesum Oknum Kepsek dan Guru Honorer

Discussion about this post

Recommended

100 Hari Pemerintahan Sukhairi-Atika, Begini Penilaian Ray Rangkuti

100 Hari Pemerintahan Sukhairi-Atika, Begini Penilaian Ray Rangkuti

5 tahun ago
Warga Mengeluh, Gas LPG 3 Kg Langka di Panyabungan

Ternyata Ini Penyebab Gas LPG 3 Kilogram Langka di Madina

2 tahun ago

Popular News

  • Terbang Perdana Wings Air Rute KNO-JHN, Wabup Madina Jadi Penumpang VIP

    Terbang Perdana Wings Air Rute KNO-JHN, Wabup Madina Jadi Penumpang VIP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Brigjen Pol. Sonny Irawan Dimutasi dari Jabatan Wakapolda Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Besok, Water Salute Tandai Penerbangan Perdana Wings Air Kualanamu (KNO) – Madina (JHN)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkembangan Kasus Smart Village, Jaksa Kembali Periksa Sejumlah Kades

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Kajari di Sumatera Utara Diganti, Ini Daftarnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026