• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Februari 14, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Peluang bagi Petani di Mandailing, Harga Kopi Diprediksi Naik

by Redaksi
Rabu, 16 Oktober 2024
0 0
0
Peluang bagi Petani di Mandailing, Harga Kopi Diprediksi Naik
ADVERTISEMENT

Ulupungkut, StartNews Harga kopi diprediksi terus memgalami kenaikan hingga beberapa tahun kedepan. Hal ini terjadi karena beberapa negara pemasok utama kopi gagal panen sebagai dampak pemanasan global.

Prediksi itu disampaikan oleh Ketua Koperasi Kopi Mandailing Jaya (Komanja) Syafruddin Lubis di Ulupungkut, Rabu (16/10/2024).

Menurut dia, perkiraan kenaikan harga kopi secara global itu diprediksi oleh para pakar sejalan dengan berkurangnya pasokan kopi global.

“Di Mandailing Natal ini sangat potensial untuk ditanami kopi. Dataran rendahnya untuk kopi robusta dan pada ketinggian 900 Mdpl (meter di atas permukaan laut) ke atas untuk arabika. Ini tentu peluang bagi petani daerah ini untuk terus bertanam kopi arabika atau robusta, tergantung kesesuaian lahannya” papar Syafruddin Lubis.

Untuk arabika, kata dia, hari ini Komanja membeli gabah dari anggota dan petani pada harga Rp40 ribu per kilogram. Sedangkan robusta pada harga Rp67 ribu dalam bentuk greenbean dari petani.

Artinya, petani kopi arabika dan robusta kedepan memiliki peluang memperbaiki ekonominya dari komoditas ini.

Sedangkan kuantitas kopi arabika atau robusta Mandailing cenderung menurun, karena petani belum melihat kopi sebagai sebuah komoditas yang menguntungkan. Padahal, kopi merupakan komoditas yang menggiurkan.

Selain itu, petani kopi Mandailing juga tidak akan merawat kebunnya ketika harga turun. Padahal, harga kopi turun hanya berlangsung sebentar.

“Petani kopi meninggalkan kebunnya gara-gara harganya turun terjadi waktu Covid-19. Padahal, setelah Covid-19, harga kopi merangkak naik dan cenderung stabil pada harga Rp40 ribu untuk gabah arabika dan 60 sampai 65 ribu untuk robusta,” ucapnya.

Reporter: Lokot Husda Lubis

 

Tags: Harga KopiMandailingNaikPeluangPetani
ShareTweet
Next Post
Mantan Wabup Tapsel Sebut Paslon BAGUSI Paket Komplit

Mantan Wabup Tapsel Sebut Paslon BAGUSI Paket Komplit

Discussion about this post

Recommended

Bertemu Menkes, Bupati Madina Ajukan Kelanjutan Pembangunan RSUD Panyabungan

Bertemu Menkes, Bupati Madina Ajukan Kelanjutan Pembangunan RSUD Panyabungan

6 bulan ago

Implementasi e-Government, Diskominfo Madina Butuh Tenaga Ahli TIK

6 tahun ago

Popular News

  • DPC IMA STAIN Madina Demo DPRD Terkait Program MBG

    DPC IMA STAIN Madina Demo DPRD Terkait Program MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pungli Jam Mengajar Guru Sertifikasi di SMPN 1 Sayur Matinggi Tapsel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelajar Tewas Usai Tabrak Truk Parkir di Batang Ayumi Julu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Bidik Jaya sebagai Tersangka Tragedi Tambang Emas Ilegal di Kotanopan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Padangsidimpuan Ringkus Dua Pengedar Ganja yang Dipasok dari Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025