• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Juni 15, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Peluang bagi Petani di Mandailing, Harga Kopi Diprediksi Naik

by Redaksi
Rabu, 16 Oktober 2024
0 0
0
Peluang bagi Petani di Mandailing, Harga Kopi Diprediksi Naik
ADVERTISEMENT

Ulupungkut, StartNews Harga kopi diprediksi terus memgalami kenaikan hingga beberapa tahun kedepan. Hal ini terjadi karena beberapa negara pemasok utama kopi gagal panen sebagai dampak pemanasan global.

Prediksi itu disampaikan oleh Ketua Koperasi Kopi Mandailing Jaya (Komanja) Syafruddin Lubis di Ulupungkut, Rabu (16/10/2024).

Menurut dia, perkiraan kenaikan harga kopi secara global itu diprediksi oleh para pakar sejalan dengan berkurangnya pasokan kopi global.

“Di Mandailing Natal ini sangat potensial untuk ditanami kopi. Dataran rendahnya untuk kopi robusta dan pada ketinggian 900 Mdpl (meter di atas permukaan laut) ke atas untuk arabika. Ini tentu peluang bagi petani daerah ini untuk terus bertanam kopi arabika atau robusta, tergantung kesesuaian lahannya” papar Syafruddin Lubis.

Untuk arabika, kata dia, hari ini Komanja membeli gabah dari anggota dan petani pada harga Rp40 ribu per kilogram. Sedangkan robusta pada harga Rp67 ribu dalam bentuk greenbean dari petani.

Artinya, petani kopi arabika dan robusta kedepan memiliki peluang memperbaiki ekonominya dari komoditas ini.

Sedangkan kuantitas kopi arabika atau robusta Mandailing cenderung menurun, karena petani belum melihat kopi sebagai sebuah komoditas yang menguntungkan. Padahal, kopi merupakan komoditas yang menggiurkan.

Selain itu, petani kopi Mandailing juga tidak akan merawat kebunnya ketika harga turun. Padahal, harga kopi turun hanya berlangsung sebentar.

“Petani kopi meninggalkan kebunnya gara-gara harganya turun terjadi waktu Covid-19. Padahal, setelah Covid-19, harga kopi merangkak naik dan cenderung stabil pada harga Rp40 ribu untuk gabah arabika dan 60 sampai 65 ribu untuk robusta,” ucapnya.

Reporter: Lokot Husda Lubis

 

Tags: Harga KopiMandailingNaikPeluangPetani
ShareTweet
Next Post
Mantan Wabup Tapsel Sebut Paslon BAGUSI Paket Komplit

Mantan Wabup Tapsel Sebut Paslon BAGUSI Paket Komplit

Discussion about this post

Recommended

Anggaran DD Tak Transparan, Musdes Gunung Tua Jae Ricuh

Anggaran DD Tak Transparan, Musdes Gunung Tua Jae Ricuh

6 tahun ago
Sukhairi Lontarkan Usulan Ganti Nama ‘Panyabungan, Begini Ceritanya

Sukhairi Lontarkan Usulan Ganti Nama ‘Panyabungan, Begini Ceritanya

4 tahun ago

Popular News

  • Mensesneg Ungkap Alasan Pencopotan Dadan dari Jabatan Kepala BGN

    Kejagung Tangkap Tiga Mantan Petinggi BGN, Satu Sempat Buron ke Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Madina Dikabarkan Kembali Rotasi Tiga Kepala Dinas Sore Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar 12 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang Dilelang di Pemkab Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026