• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Ratusan Orang Tertimbun Longsor di Areal Tambang Emas Rakyat

by Redaksi
Rabu, 10 Juli 2024
0 0
0
Ratusan Orang Tertimbun Longsor di Areal Tambang Emas Rakyat

Kepala Basarnas Kusworo didampingi Direktur Operasi Basarnas Edy Prakoso (kiri) dan Kepala Kantor SAR Gorontalo Heriyanto (kanan) meninjau operasi SAR korban longsor di areal tambang emas rakyat di Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango , Gorontalo, Selasa (9/7/2024). (FOTO: ANTARA/HO-Basarnas)

ADVERTISEMENT

Jakarta, StartNews Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) mengungkapkan ratusan korban longsor di areal tambang emas rakyat di Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, tersebar di empat titik yang berbeda.

“Total tercatat ada 131 orang korban atas peristiwa ini,” kata Direktur Operasi Basarnas Edy Prakoso dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (9/7/2024) malam.

Sejak hari pertama, Minggu (7/7/2024) hingga hari ketiga, kata dia, operasi SAR bergulir. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 58 orang korban yang berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan.

Posko utama operasi SAR di Desa Tulabolo Timur mencatat 23 orang dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan 73 orang selamat dengan luka ringan dan berat.

“Masih ada 35 orang yang hilang dan dalam pencarian. Jumlah korban bersifat sementara dan dapat berubah jika ada laporan kembali dari warga,” katanya yang saat ini berada di lokasi bencana.

Sebelumnya, Kepala Basarnas Kusrowo mengungkapkan, pihaknya sedang berupaya mengerahkan alat berat dan helikopter tambahan guna memaksimalkan pencarian dan evakuasi korban. Saat ini Tim SAR gabungan mengandalkan satu helikopter bantuan dari Polri.

Berdasarkan hasil pantauannya pada Selasa petang, akses dari posko menuju lokasi bencana berjarak puluhan kilometer di dalam hutan perbukitan atau setidaknya butuh waktu 4 sampai 5 jam secara infanteri.

Menurut dia, waktu tempuh 1.009 personel SAR gabungan bisa lebih lama lagi bila hujan terus mengguyur, kondisi tanah yang labil, dan di beberapa titik harus melintasi jembatan sehingga membutuhkan helikopter untuk mengatasi kesulitan itu.

Reporter: Antara

Tags: LongsorRatusan OrangTambang EmasTertimbun
ShareTweet
Next Post
Dana Hibah Pilkada Tuntas, Mendagri Apresiasi Agus Fatoni

Dana Hibah Pilkada Tuntas, Mendagri Apresiasi Agus Fatoni

Discussion about this post

Recommended

Simpatisan Tebar Kaos Bergambar Prabowo Subianto di Panyabungan

Simpatisan Tebar Kaos Bergambar Prabowo Subianto di Panyabungan

3 tahun ago
Sahur di Rumah Petugas Kebersihan, Gubernur Sumbar Kasih Bantuan Rp 25 Juta

Sahur di Rumah Petugas Kebersihan, Gubernur Sumbar Kasih Bantuan Rp 25 Juta

4 tahun ago

Popular News

  • Mensesneg Ungkap Alasan Pencopotan Dadan dari Jabatan Kepala BGN

    Kejagung Tangkap Tiga Mantan Petinggi BGN, Satu Sempat Buron ke Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Malapraktik, Pasien Laporkan RS Permata Madina dan Dua Dokter ke Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Madina Salurkan 62 Ribu Paket Bantuan Beras dan Minyak Goreng

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Misteri Urine Jernih di Malam Minggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026