• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, Maret 26, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Askolani Kembali Ajari Murid SD dan SMP Aksara Mandailing

by Redaksi
Jumat, 2 Juni 2023
0 0
0
Askolani Kembali Ajari Murid SD dan SMP Aksara Mandailing
ADVERTISEMENT

Panyabungan, StartNews Setelah sekian lama aksara Mandailingatau aksara Tulak-tulak ditinggalkan dalam pembelajaran di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), tahun ini Askolani melalui Sosialisasi Modul dan Bahan Ajar Bahasa Daerah Mandailing kembali mengenalkan huruf asli daerah itu kepada anak-anak sekolah tingkat SD dan SMP.

Sosialisasi yang berlangsung pada 29-31 Mei 2023 baru dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Panyabungan dan Kecamatan Siabu dengan delapan sekolah sasaran, yaitu SDN 07 Panyabungan, SDN 12 Panyabungan, SDN 80 Panyabungan, SDN 81 Panyabungan, SDN 021 Siabu, SMPN 2 Panyabungan, SMPN 1 Siabu, dan SMPN 3 Siabu.

Askolani yang dihubungi, Jumat (02/6), menerangkan kegiatan tersebut merupakan program Bagian Kebudayaan Dinas Pendidikan Madina dalam rangka mengenalkan kembali aksara Mandailing kepada siswa sekolah dasar.

Pelestarian budaya dengan pengenalan seperti ini merupakan langkah kecil, tapi mempunyai dampak besar, katanya.

Budayawan Mandailing ini menuturkan, dalam beberapa tahun terakhir ada banyak bahasa dan budaya daerah yang telah punah. Budaya Marturi di Mandailing pun sudah masuk kategori hampir punah, jelasnya.

Askolani menjelaskan, pengenalan aksara Mandailing kepada anak-anak harus dibarengi dengan cara-cara baru, utamanya pendekatan dengan hal-hal yang dekat dengan mereka.

Selama tiga hari, saya mengajar aksara Mandailing untuk lima SD dan tiga SMP di Kecamatan Panyabungan dan Kecamatan Siabu. Saya kira hasilnya memuaskan, jelasnya.

Dia memaparkan, meski hanya memberikan materi selama 60 menit, anak-anak yang ditugaskan menulis kata dengan aksara Mandailing berhasil menyelesaikan tugas dengan baik.

Berdasarkan pengalaman mengajar itu, pria yang pernah jadi guru di SMAN 1 Natal itu menilai dalam empat kali tatap muka anak-anak sudah bisa terampil menulis dan membaca Aksara Mandailing. Metodenya yang harus kita ubah, tegasnya.

Kegiatan ini dilakukan untuk uji coba Pengajaran Bahasa Daerah berbasis Kurikulum Merdeka.

Reporter: Rls

ShareTweet
Next Post
Akbar Tanjung Pacu Semangat Kader Partai Golkar Madina

Akbar Tanjung Pacu Semangat Kader Partai Golkar Madina

Discussion about this post

Recommended

Camat Puncak Sorik Marapi Tinjau Vaksinasi Pelajar

Camat Puncak Sorik Marapi Tinjau Vaksinasi Pelajar

4 tahun ago
Menunggang Motor, Danrem Kawal Samudra Kunjungan Perdana ke Kodim 0212/TS

Menunggang Motor, Danrem Kawal Samudra Kunjungan Perdana ke Kodim 0212/TS

3 tahun ago

Popular News

  • Kisah Maryam Damim, Tukang Gubah Masjid dan Gonjong Naik Haji

    Kisah Maryam Damim, Tukang Gubah Masjid dan Gonjong Naik Haji

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makan Korban Lagi, Polda Sumut Janji Gelar Operasi Penindakan PETI di Madina Pasca Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Hipotensi dan Hipertensi, Bagaimana Pencegahan dan Pengendaliannya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025