• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, Agustus 6, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Dalihan Natolu Perekat Persaudaraan Perantau Asal Mandailing di Aceh

by Redaksi
Senin, 29 Mei 2023
0 0
0
Dalihan Natolu Perekat Persaudaraan Perantau Asal Mandailing di Aceh

FOTO: DISKOMINFO SUMUT.

ADVERTISEMENT

Banda Aceh, StartNews Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi yakin filosofi dalihan natolu sebagai wawasan sosial kultural masyarakat dan adat budaya daerah Tapanuli dan Mandailing mampu memperekat persaudaraan warga Sumut yang berada di parserahan (perantau) dalam menjalin kehidupan dengan adat dan budaya setempat. Juga dalam menjalani kehidupan rukun, damai, dan harmonis.

Hal itu dikemukakan Edy Rahmayadi gelar Mangaraja Sojuangon Perkasa Alam Nasution dalam sambutan yang dibacakan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut Muhammad Rahmadani Lubis pada pelantikan Pengurus Forum Masyarakat Dalihan natolu (Formadana) Provinsi Aceh dan milad ke-8 Naposo Nauli Bulung Tabagsel Aceh di Aula Balai Kota Banda Aceh, Minggu (27/5/2023).

Dia mengatakan dalihan natolu dari segi bahasa dapat diterjemahkan yaitu tungku yang berkaki tiga yang sangat membutuhkan keseimbangan yang mutlak. Jika satu dari ketiga kaki tersebut rusak, maka tungku tidak dapat digunakan.

Kalau kaki lima, jika satu kaki rusak masih dapat digunakan dengan sedikit penyesuaian meletakkan beban. Begitu juga dengan tungku berkaki empat. Tetapi, untuk tungku berkaki tiga, itu tidak mungkin terjadi, ujarnya.

Inilah yang menjadi filosofi dari nenek moyang dan leluhur di Tapanuli dan Mandailing yang digunakan sebagai falsafah hidup dalam tatanan kekerabatan antara sesama yang bersaudara atau kahanggi, dengan mora maupun boru. Perlu keseimbangan yang absolut dalam tatanan hidup antara tiga unsur.

Untuk menjaga keseimbangan tersebut, kita harus menyadari bahwa semua orang akan pernah menjadi mora, pernah menjadi anak boru, dan pernah menjadi kahanggi, ujarnya.

Dalihan na tolu, kata dia, menjadi kerangka hubungan tripartit yang meliputi hubungan-hubungan kerabat, hubungan darah, dan hubungan perkawinan yang mempertalikan satu kelompok. Dalam adat Tapanuli dan Mandailing, dalihan na tolu ditentukan dengan adanya tiga kedudukan fungsional sebagai suatu konstruksi sosial yang terdiri dari tiga sikap yang menjadi dasar bersama.

Ketiga sikap tersebut adalah sikap menghormati/menghargai mora, yaitu sikap yang ditunjukkan sebagai sikap menghormati dan menghargai keluarga pihak istri atau marga istri, kelompok marga ibu (istri bapak), kelompok marga istri ompung, dan beberapa generasi.

Kemudian sikap membujuk dan mengayomi pihak anak boru, yaitu anak perempuan atau pihak yang menerima dan menjaga anak perempuan. Selanjutnya sikap berhati-hati dan saling menjaga dengan kahanggi, yaitu kerabat atau teman semarga.

Ketiga sikap ini adalah cerminan rasa persatuan dan kesatuan yang diwujudkan dalam suatu sikap menghormati, menghargai, menyayangi, mengayomi, dan saling menjaga hubungan di tengah-tengah masyarakat.

Untuk itu, kami berharap dengan adanya organisasi forum masyarakat dalihan natolu (Formadana), dapat menjadi perekat bagi keutuhan masyarakat. Selain itu, dapat pula menjadi lokomotif dalam melestarikan budaya daerah yang santun dan berkearifan, ujarnya.

Disampaikan juga, Naposo Nauli Bulung adalah merupakan pemuda dan pemudi yang merupakan pewaris adat budaya Tapanuli bagian selatan. Untuk itu, dengan milad ke-8 organisasi Naposo Nauli Bulung Tabagsel Aceh diiharapkan semakin mendewasakan generasi muda Tabagsel bagaimana bersikap dan bersosialisasi dengan masyarakat, baik di Provinsi Sumatera Utara, di Provinsi Aceh, maupun di Indonesia secara umum.

Reporter: Rls

Tags: AcehDalihan NatoluMandailingPerantauPersaudaraan
ShareTweet
Next Post
Jemput Menpora di Bandara, Harun Beberkan Potensi Sport Tourism Sumut

Jemput Menpora di Bandara, Harun Beberkan Potensi Sport Tourism Sumut

Discussion about this post

Recommended

Madina Diprediksi Cerah Berawan Hari Ini, Cocok untuk Menyeruput Kopi Mandailing

Madina Diprediksi Cerah Berawan Hari Ini, Cocok untuk Menyeruput Kopi Mandailing

6 bulan ago
Ini Motivasi Kapolres Padangsidimpuan Dorong Restoratif dan Berakhir Damai

Ini Motivasi Kapolres Padangsidimpuan Dorong Restoratif dan Berakhir Damai

2 tahun ago

Popular News

  • Terbang Perdana Wings Air Rute KNO-JHN, Wabup Madina Jadi Penumpang VIP

    Terbang Perdana Wings Air Rute KNO-JHN, Wabup Madina Jadi Penumpang VIP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Brigjen Pol. Sonny Irawan Dimutasi dari Jabatan Wakapolda Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Besok, Water Salute Tandai Penerbangan Perdana Wings Air Kualanamu (KNO) – Madina (JHN)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Kajari di Sumatera Utara Diganti, Ini Daftarnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala BKPSDM Meinul Lubis Ditahan Jaksa, Bupati Madina Angkat Bicara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026