• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Haji dari Mandailing Era 1800-an

OLEH: ASKOLANI (Penulis dan Budayawan)

by Saparuddin Siregar
Jumat, 10 Juni 2022
0 0
0
Haji dari Mandailing Era 1800-an
ADVERTISEMENT
ASKOLANI (Penulis dan Budayawan)

HARI itu tahun 1884. Snouck Horgronje, ahli Islam berkebangsaan Belanda, sedang singgah di Konsulat Belanda di Jeddah. Ia melihat 13 orang jemaah haji dari Mandailing di depan konsulat. Lalu dipotretnya.

Mereka, para jemaah haji itu sedang melengkapi berkas untuk melanjutkan studi di Mekah. Zaman itu, memang orang pergi haji tidak sebatas menunaikan rukun Islam kelima. Banyak juga yang sekalian tinggal di Mekah. Mendalami ilmu agama tentu.

Selain itu, banyak juga yang karena kehabisan duit untuk pulang. Ongkos haji yang sebenarnya hanya f.125, bisa bengkak sampai f.500. Karena banyak cukong pemberangkatan haji yang memeras para jemaah dengan berbagai pungutan.

Beberapa jemaah juga ada yang dicopet barang dan uangnya di kapal. Mereka selama perjalanan berbulan-bulan di atas kapal laut, hanya tidur di antara muatan kapal. Tanpa alas dan bantal. Dalam kondisi begitu, banyak yang dicopet.

Belum lagi penyakit kolera yang belum ada obatnya waktu itu. Singgah di Singapura dan India sebelum ke Yaman dan Jeddah, mereka rentan berbagai penyakit. Kolera terutama. Banyak yang mati dalam perjalanan.

Ada juga yang karena tak punya uang pulang, mereka mencari pinjaman di Jeddah. Sudah ada cukong yang siap menalangi. Sebagai gantinya mereka harus jadi kuli kebun dulu di berbagai perusahaan perkebunan di luar negeri, sampai lunas hutangnya. Ada yang sampai 10 tahun, baru boleh pulang.

Karena itu, di masa dahulu, naik haji itu pertaruhan hidup. Keluarga yang melepasnya sudah iklas untuk tidak bertemu lagi saat kerabatnya pergi haji. Belum lagi pemalsuan gelar haji, karena banyak yang tidak sampai ke Mekah oleh perusahaan perjalanan haji.

Dalam buku “Ngada Niambang” yang terbit di masa kolonial, dikisahkan bagaimana jemaah haji dari Huta Siantar akhirnya tidak pernah kembali karena meninggal dalam kapal laut.

Mengapa orang tetap ingin naik haji? Itu pertanyaan penting pemerintah kolonial. Kata Snouck Horgronje, tidak semata-mata sebatas menunaikan rukun Islam. Ada yang bahkan ingin meninggal di Mekah. Karena Mekah tanah yang dimuliakan. (*)

Tags: hajiMandailingSejarah
ShareTweet
Next Post
Sudah Ada Regulasi, Kini Pemda Bisa Beri Bantuan untuk Madrasah

Sudah Ada Regulasi, Kini Pemda Bisa Beri Bantuan untuk Madrasah

Discussion about this post

Recommended

5 Jam Arungi Sungai, Anggota Polres Madina Kawal Kotak Suara ke Sulangaling

5 Jam Arungi Sungai, Anggota Polres Madina Kawal Kotak Suara ke Sulangaling

3 tahun ago
Hartono Pimpin Balai TNBG Gantikan Teguh yang Jadi Kepala BKSDA Sumsel

Hartono Pimpin Balai TNBG Gantikan Teguh yang Jadi Kepala BKSDA Sumsel

3 tahun ago

Popular News

  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ban Pecah di Tol Jakarta-Merak, Truk Padi Terguling, Sopir Patah Tulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Hipotensi dan Hipertensi, Bagaimana Pencegahan dan Pengendaliannya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026