Semarang, StartNews Indonesia menempati posisi ketiga sebagai negara penghasil tanaman bonsai terbesar di dunia setelah Jepang dan Tiongkok. Peluang ini dimanfaatkan CV EBI di Jawa Tengah untuk mengekspor tanaman bonsai ke berbagai negara.
Karantina Pertanian Semarang telah menerapkan sistem inline inspection untuk memastikan tanaman bonsai siap ekspor bebas dari target Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina serta menekan tingkat ketidaksesuaian (NNC/Notification Non Compliance) di negara tujuan, kata Kepala Karantina Pertanian Semarang Parlin Robert Sitanggang.
Subkoordinator Substansi Karantina Tumbuhan Cisilia Triwidiyanti mengatakan potensi ekspor tanaman bonsai cukup besar dan jenis bonsai asal Jawa Tengah memiliki nilai eksotis yang tinggi, sehingga diminati pecinta tanaman hias di Eropa.
Kali ini, sebanyak 1.606 bibit tanaman bonsai senilai Rp 350 juta diperiksa oleh Adilla Susi, Habibi Nurul, dan Heri Setiyoko selaku Pejabat Karantina sebelum dikirim ke Belanda. Pemeriksaan komoditas ini berupa pemeriksaan fisik dan kesehatan untuk memastikan komoditas tersebut bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Berdasarkan data IQFAST selama masa pandemi, diketahui ekspor tanaman bonsai tahun 2020 hingga Oktober 2021 sebanyak 12.215 bibit senilai hampir Rp 2 miliar. Meski dilanda pandemi, namun kegiatan ekspor bonsai dari Indonesia, khususnya Jawa Tengah, terus berlangsung, ujar Adilla.
Sementara Johan, penanggung jawab ekspor CV EBI, mengatakan peluang ekspor tanaman bonsai semakin terbuka luas bagi penggemar tanaman hias. Merawat tanaman hias, khususnya bonsai, perlu sikap tekun, sabar, cermat, dan hati-hati.
Versi mini tanaman bonsai tampak kokoh saat dipandang menimbulkan keunikan dan daya tarik tersendiri bagi kolektor bonsai di negara Eropa,” ujarnya.
Setelah dinyatakan sehat dan bebas dari OPTK, maka maka terbitlah Phytosanitary Certificate dan bonsai tersebut siap bertolak ke Belanda menghiasi Negeri Kincir Angin,” ungkap Habibi.
“Karantina Pertanian Semarang terus mendukung geliat ekspor komoditas pertanian di Jawa Tengah seiring peningkatan daya saing dan akses pasar internasional,” pungkas Parlin.
Reporter: Rls





Discussion about this post