Tahukah Anda– Indonesia tercatat sebagai negara ke-70 di dunia yang mendaftarkan penggunaanvaksin SputnikV buatan Rusia dan vaksin tersebut diberikan izin penggunaan darurat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia.
Dana Investasi LangsungRusia(RDIF) mengumumkan persetujuan penggunaan vaksin untuk melawan virus corona itu di Indonesia.
Dmitrievmengatakanvaksin Sputnik Vtersebut didasarkan pada platform vektor adenoviral manusia yang telah terbukti dan berhasil digunakan di lebih dari 50 negara.
Data global yang diperoleh selama vaksinasi dengan menggunakan vaksin Sputnik V di sejumlah negara seperti Argentina, San Marino, Serbia, Hungaria, Bahrain, Meksiko, Uni Emirat Arab dan lainnya menunjukkan bahwa Sputnik V merupakan salah satu vaksin paling aman dan efektif dalam melawan virus corona.
Sementara, total penduduk di dunia yang menyetujui penggunaan vaksin Sputnik V sudah melampaui 4 miliar orang, artinya lebih dari setengah dari total penduduk di dunia.
Vaksin buatan Rusia itu menempati urutan kedua di antara vaksin COVID-19 yang mendapat persetujuan penggunaan paling banyak dari regulator pemerintah.
Salah satu dari keunggulan vaksin Sputnik V adalah bahwa vaksin tersebut memiliki efektivitas sebesar 97,6 persen berdasarkan analisis data tingkat infeksi virus corona di antara warga Rusia yang divaksin dengan vaksin Sputnik V pada 5 Desember 2020 hingga 31 Maret 2021.
RDIF pun dikabarkan siap bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kemenristek RI untuk memproduksi vaksin Sputnik di Indonesia.
Hal ini terungkap setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk vaksin COVID-19 Sputnik V nomor EUA2160200143A1 dan EUA2160200143A2.
Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito mengatakan proses pemberian EUA Vaksin COVID-19 Sputnik-V telah melalui pengkajian secara intensif bersama Tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin COVID-19 dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) seperti mengutip keterangan resmi BPOM.
Penilaian terhadap data mutu vaksin COVID-19 asalRusiaini juga telah mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara internasional.
Efek samping dari penggunaan Vaksin COVID-19 Sputnik-V tingkat ringan atau sedang. Hasil ini dilaporkan pada uji klinik Vaksin COVID-19 Sputnik-V (Gam-COVID-Vac) dan uji klinik vaksin lainnya dari teknologi platform yang sama.
Efek samping paling umum yang dirasakan adalah gejala menyerupai flu (a flu-like syndrome), yang ditandai dengan demam, menggigil, nyeri sendi (arthralgia), nyeri otot (myalgia), badan lemas (asthenia), ketidaknyamanan, sakit kepala, hipertermia, atau reaksi lokal pada lokasi injeksi, kata Penny.
Lalu bagaimana dengan efikasinya? Efikasi vaksin adalah tingkat kemanjuran vaksin dalam melawan suatu penyakit pada orang yang sudah divaksinasi saat tahap uji klinis.
Bersamaan dengan penerbitan EUA Vaksin COVID-19 Sputnik-V ini, BPOM juga menerbitkanfactsheetyang dapat diacu oleh Tenaga Kesehatan sertafactsheetyang dikhususkan untuk masyarakat.
Factsheettersebut berisi informasi lebih lengkap terkait keamanan dan efikasi vaksin ini dan hal-hal yang harus menjadi kewaspadaan dalam penggunaan vaksin, termasuk monitoring kemungkinan efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan pelaporannya.
Vaksin ini didaftarkan oleh PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit) sebagai pemegang EUA dan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan dan mutu vaksin ini di Indonesia. Atas keputusan BPOM tersebut, PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit), menyambut dengan antusias atas keluarnya EUA vaksin Sputnik V.
Sumber: Liputan6.com





Discussion about this post