Aksi tanggap bencana, mahasiswa STAIN Madina bersama BPBD gotong-royong membersihkan lumpur sisa banjir yang merendam rumah warga dan fasilitas umum di Desa Gunung Manaon.
Panyabungan, StartNews — Puluhan mahasiswa Universitas Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kabupaten Mandailing Natal (STAIN Madina) yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa dan Senat Mahasiswa menggelar aksi tanggap bencana di Desa Gunung Manaon, Kecamatan Panyabungan.
Berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, mahasiswa membersihkan sisa lumpur dan material banjir yang menerjang pemukiman serta fasilitas umum akibat luapan dan jebolnya tanggul Sungai Aek Kitang.
Kehadiran para mahasiswa di lokasi bencana terparah ini menjadi dorongan moral sekaligus bantuan bagi warga yang tengah berupaya memulihkan pemukiman mereka pascabencana.
Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa STAIN Madina Adam Ali menegaskan, aksi sosial ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi darurat yang dihadapi masyarakat.
”Kehadiran mahasiswa tidak hanya semata menjalankan program akademik, tetapi juga dituntut kepekaan dalam bersosial terhadap kondisi darurat yang dialami masyarakat. Melalui bakti sosial ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban warga dalam proses pemulihan pascabanjir,” ujar Adam Ali.
Senada dengan hal tersebut, BPBD Madina jiga menerjunkan personil dan perlengkapan pendukung untuk mempercepat proses evakuasi lumpur dan sampah sisa banjir yang mengendap di rumah-rumah warga.
Kepala Pelaksana BPBD Madina, Mukhsin Nasution menjelaskan, pihaknya mengerahkan belasan petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) lengkap dengan peralatan kebersihan.
”Dalam aksi bakti sosial ke Desa Gunung Manaon ini, kami mengerahkan belasan petugas TRC serta menyiagakan alat penyemprot air, cangkul, sekop, kereta sorong, dan peralatan lainnya untuk membersihkan sisa-sisa lumpur pascabanjir,” ungkap Mukhsin Nasution.
Meski rangkaian kegiatan berjalan lancar, proses pembersihan sempat menghadapi tantangan teknis saat membersihkan sarana sanitasi umum warga.
Ketebalan lumpur yang mengendap di dalam MCK Masjid Desa Gunung Manaon menuntut peralatan bertekanan lebih tinggi serta penanganan ekstra, terutama saat menjelang malam hari.
Reporter: Agus Hasibuan





Discussion about this post