Pemkab Tapsel raih predikat Kabupaten Informatif dan Bupati Gus Irawan sabet Achievement Person Award dari KI Sumut usai dinilai tercepat sediakan data pasca bencana.
Medan, StartNews – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu menekankan pentingnya transparansi dan pengelolaan data yang valid dalam penanganan bencana hidrometeorologi. Komitmen meninggalkan pola kerja tanpa data konkret ini membuahkan apresiasi Keterbukaan Informasi Publik dari Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara.
Dalam penganugerahan KI Sumut Awards 2026 di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (20/10/2026), Pemkab Tpasel meraih predikat Kabupaten Informatif. Sementara Gus Irawan Pasaribu dianugerahi Achievement Person Award sebagai tokoh Kepala Daerah tercepat dalam penyediaan data pasca bencana hidrometeorologi 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Ketua Komisi Informasi Republik Indonesia Hafidha Farwa dan diterima oleh Wakil Bupati Tapanuli Selatan Jafar Syahbuddin Ritonga.
Gus Irawan Pasaribu menyampaikan ketidakhadirannya secara langsung disebabkan agenda mendesak yang tidak dapat ditinggalkan. Dia pun menyampaikan permohonan maaf dan mengapresiasi jajaran Komisi Informasi Sumatera Utara serta seluruh lini pemerintahan daerah yang bekerja responsif selama penanganan bencana hingga tahap pemulihan.
Gus Irawan menegaskan penghargaan tersebut bukanlah tujuan utama pemerintah dalam merespons bencana. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak merupakan bentuk tanggung jawab moral dan pelayanan publik yang mutlak.
”Namanya bencana, ya tentu kehadiran kita di tengah masyarakat sangat dibutuhkan. Jadi, kita memang tidak pernah berpikir untuk mendapat apresiasi. Tapi begitu pun, terima kasih kembali saya sampaikan,” ucap Gus Irawan.
Lebih lanjut, dia menyoroti pentingnya data yang akurat dan berbasis fakta dalam mengambil setiap kebijakan publik, khususnya pada era transformasi digital saat ini.
Pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong digitalisasi di seluruh lini pemerintahan daerah, mulai dari dokumentasi, pengelolaan data, hingga pelaporan program.
”Data itu menjadi sangat penting, apalagi kemudian sekarang di era digitalisasi ini semuanya sudah evidence. Gak bisa lagi sekarang ‘omon-omon’. Itu yang selalu saya tekankan kepada jajaran di Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan,” tegasnya.
Dia berharap penguatan sistem digital berbasis fakta ini dapat terbangun secara bertahap, sehingga seluruh proses kerja birokrasi di Kabupaten Tapanuli Selatan semakin terukur, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post