Pemkab Madina membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti perselisihan antara Camat Pakantan dan Kasubbag Umum yang tak kunjung selesai pasca-insiden Haornas.
Panyabungan, StartNews – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) membentuk tim khusus guna menangani kasus perselisihan yang melibatkan Camat Pakantan Armada dengan Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Jakfar. Tim gabungan itu melibatkan unsur Inspektorat, Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Bagian Tata Pemerintahan.
Pj. Sekda Madina Afrizal Nasution mengungkapkan hal itu di ruang kerjanya, Komplek Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Jumat (9/10/2026).
Tim khusus dibentuk lantaran konflik internal tersebut gagal diselesaikan melalui jalur mediasi. “Kami bentuk Tim Penjatuhan Sanksi,” kata Afrizal.
Afrizal menjelaskan perselisihan tersebut berawal saat peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Kecamatan Tambangan beberapa pekan lalu. Sekda mengaku telah berupaya memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak atas permintaan Jakfar, namun pimpinan kecamatan tersebut tidak hadir memenuhi undangan.
“Saya juga sudah diminta Pak Jakfar untuk memediasi, tapi saat saya menelepon camat untuk mempertemukan kedua belah pihak, yang bersangkutan tidak datang,” ujar Afrizal.
Menurut Afrizal, Jakfar sebenarnya menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, mengingat usianya yang sudah menginjak 57 tahun serta statusnya sebagai Ketua MUI di Pakantan.
Jakfar juga bersedia meminta maaf dan membawa tokoh masyarakat untuk membantu proses perdamaian, karena menganggap insiden tersebut terjadi tanpa unsur kesengajaan.
Afrizal menyayangkan sikap Armada yang tidak segera menyelesaikan persoalan ini di tingkat internal. Padahal, Jakfar merupakan bawahan langsungnya di pemerintahan. Akibatnya, persoalan tersebut justru melebar hingga menjadi konsumsi publik dalam beberapa hari terakhir.
“Saya sudah ingatkan, kasus ini harus selesai secara internal, tapi sekarang yang ada justru makin melebar dan jadi konsumsi publik,” sebut Afrizal.
Saat ini, tim penanganan kasus mulai bekerja dan mengambil keterangan awal dari Jakfar. Tim berencana memanggil Camat Pakantan untuk dimintai klarifikasi sebelum mengambil keputusan akhir terkait sanksi administrasi maupun disiplin pegawai.
“Setelah ini, tim akan memanggil camat secara resmi. Setelah keterangan keduanya dipandang cukup, tim akan memutuskan sanksi yang diberikan,” ungkap Afrizal.
Prahara ini bermula ketika Armada memperagakan atraksi karate dalam acara peringatan Haornas. Pembawa acara kemudian mengundang penonton masuk ke arena demonstrasi, yang direspons Jakfar dengan memperagakan beberapa gerakan tanpa kontak fisik.
Namun, insiden terjadi saat Armada memperagakan serangkaian pukulan dan tendangan ke arah Jakfar.
Jakfar mengaku refleks menghindar hingga membuat Armada tersungkur. Sebaliknya, Armada menilai tindakan Jakfar sebagai bentuk olok-olokan dan mengklaim dirinya mendapat serangan serta cekikan di bagian leher.
Meski sempat bersalaman dan saling memaafkan di lokasi acara, Armada mengaku tetap merasa dipermalukan di depan umum sehingga meminta bupati turun tangan dan melayangkan Surat Peringatan Pertama (SP 1) kepada bawahannya tersebut.
Afrizal berharap pembentukan tim ini dapat segera mengakhiri kegaduhan yang terjadi di lingkungan Pemkab Madina.
“Saya pun sebenarnya kaget, kok, tiba-tiba viral di media. Itu, kan, peristiwanya sudah beberapa pekan yang lalu,” pungkas Afrizal.
Reporter: Sir




Discussion about this post