Pemkab Tapsel mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana melalui program ketahanan pangan adaptif, rotasi tanaman, dan konservasi sungai berbasis komunitas di Angkola Selatan dan Angkola Sangkunur.
Tapsel, StartNews – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) mengakselerasi pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana dengan memprioritaskan strategi ketahanan pangan adaptif dan pelestarian lingkungan di Kecamatan Angkola Selatan dan Angkola Sangkunur, Minggu (27/9/2026).
Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu memimpin peninjauan lapangan bersama Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso guna menyerap aspirasi warga sekaligus memastikan alokasi anggaran daerah yang terbatas menyasar kebutuhan paling mendesak.
Sebagai langkah memulihkan lebih dari 3.000 hektare sawah yang terdampak banjir bandang akhir tahun lalu, Pemkab Tapsel menyalurkan 500 kilogram benih padi varietas Gamagora untuk 20 hektare lahan di Desa Aek Natas. Varietas adaptif ini dikombinasikan dengan strategi rotasi tanaman jagung demi menanggulangi penurunan debit air dan perubahan iklim.
“Kalau air cukup, kita tanam padi. Ketika musim kemarau dan kondisi air memungkinkan untuk jagung, kita dorong jagung. Dengan rotasi tanaman, lahan tetap produktif dan pendapatan petani bisa meningkat,” ujar Gus Irawan di sela-sela peninjauan.
Selain sektor pertanian, Pemkab Tapsel memperkuat sektor perikanan darat dan konservasi sungai dengan menebar puluhan ribu bibit ikan jurung, mas, tawes, baung, dan gurami di aliran sungai Desa Sibongbong, Kelurahan Pardomuan, serta Kelurahan Rianiate. Penebaran bibit ini sekaligus mengoptimalkan tradisi lubuk larangan dan mendukung program Seribu Kolam untuk mewujudkan swasembada ikan daerah.
Gus Irawan mengatakan perlindungan ekosistem sungai berperanan penting dalam menjaga keberlanjutan ekonomi warga.
“Bukan hanya ikannya yang harus dijaga, tetapi hulunya juga. Jangan membuang sampah ke sungai dan jangan menangkap ikan dengan cara yang merusak. Kalau ekosistemnya kita jaga, ikan berkembang dan pada akhirnya manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat,” tegas Gus Irawan.
Agenda turun ke desa yang rutin digelar setiap dua pekan ini juga dimanfaatkan Pemkab Tapsel untuk menghentikan aktivitas penambangan tanpa izin. Pemerintah daerah menyiapkan jalan keluar berupa alih profesi ke sektor produktif yang legal, seperti perikanan, pertanian jagung, dan peternakan ayam petelur melalui skema pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Sumut serta zakat produktif Baznas.
“Yang kita dorong adalah masyarakat berhijrah dari pekerjaan yang melanggar hukum menuju usaha yang legal, produktif, dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi keluarga,” tutur Gus Irawan.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post