• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Februari 13, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Waspada Predator Anak di Sumut, Orangtua Diminta Melek Bahaya Child Grooming

by Redaksi
Kamis, 12 Februari 2026
0 0
0
Waspada Predator Anak di Sumut, Orangtua Diminta Melek Bahaya Child Grooming

Kepala Dinas P3AKB Sumut Dwi Endah Purwanti. (FOTO: DISKOMINFO SUMUT)

ADVERTISEMENT

Kasus kekerasan anak di Sumut meningkat drastis hingga 1.360 korban. Simak peringatan Dinas P3AKB mengenai bahaya child grooming dan pentingnya peran orang tua dalam memberikan edukasi seksual untuk menangkal predator anak.

Medan, StartNews – Fenomena kekerasan terhadap anak di Sumatera Utara (Sumut) kini mencapai titik yang mengkhawatirkan dengan munculnya ancaman manipulasi psikologis atau child grooming. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) meminta para orangtua lebih proaktif memberikan edukasi seksual sejak dini guna membentengi buah hati dari incaran predator.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni) sepanjang tahun 2025, tercatat ada 1.975 kasus kekerasan di Sumut. Sebanyak 68,8% atau sekitar 1.360 korbannya adalah anak-anak. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 1.822 kasus. Tren kenaikan ini menjadi peringatan bagi ketahanan keluarga, mengingat pola kekerasan seksual kini semakin sistematis.

Kepala Dinas P3AKB Sumut Dwi Endah Purwanti mengungkapkan, dari total kasus tersebut, kekerasan seksual menempati urutan teratas dengan 775 laporan. Dia menyoroti adanya potensi besar kasus child grooming yang sering tidak disadari oleh lingkungan terdekat korban.

Berbeda dengan kekerasan seksual spontan, child grooming merupakan proses manipulatif jangka panjang untuk membangun kepercayaan semu sebelum akhirnya mengeksploitasi korban.

“Kasus child grooming tidak terjadi tiba-tiba seperti kasus kekerasan seksual lainnya. Ada tahapan yang dilakukan pelaku dengan mulai membangun hubungan dan kepercayaan, bahkan hingga korban merasa ketergantungan dan sampai mengalami krisis kepercayaan kepada orangtua dan lebih mempercayai pelaku,” ujar Dwi Endah Purwanti di Medan, Rabu (11/2/2026).

Kondisi ini kian memprihatinkan karena sebaran kasus tertinggi justru ditemukan di wilayah yang beragam, mulai dari Gunungsitoli dengan 213 kasus, Kota Medan 197 kasus, hingga Kabupaten Asahan 174 kasus.

Dwi mengatakan angka yang muncul ke permukaan hanyalah fenomena gunung es, yang berarti jumlah korban sebenarnya di lapangan bisa jauh lebih banyak namun belum berani melapor.

Dampak pola manipulasi ini merusak, karena menyasar mentalitas anak secara perlahan. Selain trauma fisik, korban sering mengalami krisis identitas, rasa minder, hingga gangguan tumbuh kembang yang permanen.

Oleh karena itu, edukasi seksual dari rumah bukan lagi hal tabu, melainkan kebutuhan mendesak untuk memperkenalkan batasan tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang asing.

Dwi Endah mengingatkan benteng terkuat seorang anak adalah rasa aman yang diciptakan di dalam rumah. Jika anak merasa nyaman bercerita kepada orangtua, ruang gerak predator untuk melakukan manipulasi akan tertutup dengan sendirinya. Orang tua harus menjadi sosok pertama yang dipercayai anak agar mereka tidak mencari perlindungan atau validasi dari orang asing yang berpotensi menjadi pelaku kekerasan.

“Pengawasan orangtua sangat dibutuhkan, dengan siapa anak bersahabat dan di mana lingkungan tempatnya bergaul. Paling penting orang tua harus menjadikan diri mereka orang yang paling nyaman dan aman sehingga anak tidak mencari perlindungan kepada orang lain,” kata Dwi.

Reporter: Sir

Tags: BahayaChild GroomingOrangtuaPredator AnakSumutWaspada
ShareTweet
Next Post
Dilema Aktivitas Tambang Emas Ilegal

Menanti Taring Hukum di Balik Kilau Emas Ilegal

Discussion about this post

Recommended

Hari Ini Pemkab Tapsel Cairkan THR Seluruh Pegawai dan Pensiunan

Hari Ini Pemkab Tapsel Cairkan THR Seluruh Pegawai dan Pensiunan

11 bulan ago
Tiga Pasangan Calon Bupati Madina Ikuti Pemeriksaan Kesehatan di Medan

Tiga Pasangan Calon Bupati Madina Ikuti Pemeriksaan Kesehatan di Medan

5 tahun ago

Popular News

  • DPC IMA STAIN Madina Demo DPRD Terkait Program MBG

    DPC IMA STAIN Madina Demo DPRD Terkait Program MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelajar Tewas Usai Tabrak Truk Parkir di Batang Ayumi Julu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pungli Jam Mengajar Guru Sertifikasi di SMPN 1 Sayur Matinggi Tapsel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Padangsidimpuan Ringkus Dua Pengedar Ganja yang Dipasok dari Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Madura, Guru SD Temukan Harta Karun Koin VOC Bernilai Miliaran Rupiah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025