UGN hadirkan teknologi hidroponik dan aquaponik di Desa Batu Godang untuk perkuat kemandirian pangan pascabencana. Simak langkah nyata pengabdian masyarakat ini!
Padangsidimpuan, StartNews – Universitas Graha Nusantara (UGN) melakukan langkah nyata dalam mempercepat pemulihan desa pascabencana melalui program pengabdian masyarakat yang berfokus pada kemandirian pangan dan penguatan psikososial.
Tim pengabdian yang dipimpin oleh Eni Sumanti Nasution, beranggotakan Fauziah Nasution dan Parmanoan Harahap, memboyong 50 mahasiswa untuk mendampingi warga Desa Batu Godang selama 30 hari penuh dalam mengadopsi teknologi pertanian modern.

Program yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendikbudristek Tahun 2026 ini memberikan napas baru bagi Kelompok Tani Siala dan Kelompok Tani Amanah. Alih-alih mengandalkan metode konvensional yang rentan terhadap gangguan alam, warga kini mulai beralih ke instalasi hidroponik dan aquaponik yang lebih efisien dan hemat lahan.
Eni Sumanti Nasution selaku Ketua Tim Pengabdian menjelaskan esensi dari program ini adalah membangun daya adaptasi masyarakat yang lebih tangguh.
“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan teknologi hidroponik dan aquaponik sebagai alternatif sistem budidaya yang efisien dan berkelanjutan. Selain meningkatkan produksi pangan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama sosial masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Eni.

Sinergi antara akademisi dan praktisi lapangan terlihat dari antusiasme anggota kelompok tani saat melakukan praktik langsung pembuatan instalasi budidaya sayuran dan ikan terpadu. Ketua Kelompok Tani Amanah mengakui bahwa pendampingan teknis dari UGN memberikan perspektif baru bagi para petani.
“Melalui pelatihan dan pendampingan dari tim pengabdian Universitas Graha Nusantara, kami menjadi lebih memahami cara membuat instalasi hidroponik dan aquaponik serta cara merawat tanaman dan ikan dengan baik,” ungkapnya.
Menariknya, program ini tidak hanya menyentuh sektor fisik dan ekonomi. Tim UGN juga memberikan perhatian pada aspek resiliensi sosial melalui program pemulihan trauma bagi anak-anak terdampak bencana. Hal ini dipandang krusial agar pemulihan desa berjalan secara holistik, mencakup kesejahteraan material sekaligus mental.
Kepala Desa Batu Godang menyambut baik kehadiran para akademisi yang turun langsung ke lapangan. Ia menilai kehadiran 50 mahasiswa memberikan energi positif bagi semangat gotong royong warga.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Universitas Graha Nusantara di Desa Batu Godang. Kehadiran dosen dan mahasiswa selama kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam meningkatkan ketahanan pangan serta memperkuat kebersamaan masyarakat,” tuturnya.
Bagi mahasiswa yang terlibat, terjun ke Desa Batu Godang menjadi laboratorium sosial untuk menguji teori yang selama ini dipelajari di bangku kuliah. Salah satu mahasiswa peserta menyatakan rasa bangganya dapat berkontribusi langsung pada masyarakat.
“Kami sangat senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan ini. Selain membantu masyarakat dalam mengembangkan teknologi hidroponik dan aquaponik, kami juga belajar tentang kerja sama, gotong royong, serta memahami kondisi masyarakat di lapangan,” pungkasnya.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post