• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Maret 20, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Sosok Baida Rani, Pengabdian Guru di Daerah Pelosok Humbahas

by Redaksi
Kamis, 24 Juli 2025
0 0
0
Sosok Baida Rani, Pengabdian Guru di Daerah Pelosok Humbahas

Baida Rani. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

Doloksanggul, StartNews Kabut pagi masih menyelimuti jalanan berbatu yang basah dan berlumpur. Langkah kaki seorang perempuan muda mantap menapaki jalan sempit yang dikelilingi hutan lebat. Dengan tas ransel di punggung dan senyum penuh semangat, dia berjalan menuju madrasah tempatnya mengabdi.

Dialah Baida Rani, asal Aek Nabara, Labuhanbatu. Wanita kelahiran 1995 ini sebelumnya mengajar di SMA dan SMK swasta di Tanjung Morawa. Dia hobi membaca yang terinspirasi dari dr. Aisah Dahlan, seorang dokter yang menginspirasi banyak orang dengan berbagai tips psikologi dan neuparenting.

Rani merupakan calon pegawai negeri sipil (CPNS) guru yang ditempatkan di MIN Humbang Hasundutan (Humbahas), daerah terpencil di Desa Parmonangan, Kecamatan Pakkat.

Perjuangan Rani dimulai sejak lulus seleksi CPNS pada 2024. Dia tidak menyangka akan ditempatkan di sebuah madrasah di pedalaman yang hanya bisa dijangkau dengan sepeda motor trail atau berjalan kaki puluhan menit.

Akses jalan yang rusak parah, jaringan telekomunikasi yang nyaris tak ada, dan keterbatasan fasilitas sekolah bukanlah halangan baginya. Justru itu menjadi cambuk untuk terus belajar, bertahan, dan memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di pelosok negeri.

Awalnya saya kaget, karena harus jauh dari suami dan keluarga dan fasilitas serba terbatas. Tapi ketika melihat semangat anak-anak untuk belajar, semua rasa lelah itu hilang, ujar Rani seperti dikutip dari laman sumut.kemenag.go.id.

Madrasah tempat Rani mengajar hanya memiliki ruang kelas sederhana. Sebagian siswa harus duduk berdesakan karena minimnya meja dan kursi. Namun, antusiasme mereka untuk menuntut ilmu luar biasa. Tak jarang, mereka datang dengan berjalan kaki sejauh 3 hingga 5 kilometer setiap hari.

Rani mengajar sebagai guru kelas. Di sela-sela kesibukan mengajar, ia juga membantu para guru senior menyusun program belajar tambahan bagi siswa yang tertinggal. Tidak jarang, ia juga turun tangan dalam kegiatan sosial dan pembangunan lingkungan madrasah, mulai dari membersihkan halaman hingga membantu perbaikan ringan bangunan.

Saya merasa inilah bentuk nyata dari pengabdian sebagai guru. Bukan hanya mengajar, tapi juga ikut membangun karakter dan semangat anak-anak di sini, tambahnya.

Meski berada jauh dari keramaian kota, Rani tidak merasa sendiri. Ia membentuk komunitas kecil bersama beberapa guru muda lainnya yang juga ditempatkan di daerah terpencil. Mereka saling menyemangati, berbagi materi ajar.

Kementerian Agama mengakui peran besar para guru CPNS seperti Rani dalam mengangkat kualitas pendidikan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Kepala Madrasah tempat Rani mengajar Ridawati Sinaga S.Pd menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dedikasi para guru muda.

Mereka adalah pahlawan sejati. Datang dengan hati, bekerja dengan ikhlas, dan memberi harapan bagi generasi penerus bangsa, ujar Rahida.

Meski jalanan berlumpur, hujan deras, atau rindu kepada sang Suami dan Keluarga , Rani memilih untuk tetap bertahan. Baginya, menjadi guru bukan hanya profesi, tetapi panggilan jiwa.

Saya percaya, pendidikan adalah kunci perubahan. Jika kita mau bergerak dan mengajar dari hati, maka perubahan itu akan nyata, meski dimulai dari pelosok terpencil, pungkasnya.

Semangat Rani adalah potret dari ribuan guru muda di seluruh pelosok negeri yang rela meninggalkan kenyamanan demi mencerdaskan anak bangsa. Di balik keterbatasan, mereka hadir membawa harapan. Di tengah heningnya hutan dan jalanan rusak, suara mereka menggema: Kami ada untuk mengabdi.

Reporter: Rls

Tags: Baida RaniGuruHumbahasPelosokPengabdianSosok
ShareTweet
Next Post
Warga Panik, Si Jago Merah Ngamuk di Kelurahan Sihitang

Warga Panik, Si Jago Merah Ngamuk di Kelurahan Sihitang

Discussion about this post

Recommended

Basarnas Evakuasi 8 Warga yang Terjebak Longsor di Jalur Panyabungan–Natal

Basarnas Evakuasi 8 Warga yang Terjebak Longsor di Jalur Panyabungan–Natal

4 bulan ago
Pemprov Sumut Targetkan Eliminasi TBC Tahun 2028

Pemprov Sumut Targetkan Eliminasi TBC Tahun 2028

2 tahun ago

Popular News

  • Sahnan Pasaribu Didepak, Bupati Madina Lantik Afrizal Jadi Sekda

    Sahnan Pasaribu Didepak, Bupati Madina Lantik Afrizal Jadi Sekda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Madina Somasi Media Online Terkait Tudingan Pungli Kadinkes

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Padang Salat Idul Fitri Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Nama-nama Pemenang Lomba Berkah Ramadhan Padangsidimpuan 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasmada 91 Salurkan Santunan Lebaran untuk 41 Anak Yatim Comeben

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025