Jakarta, StartNews – Bupati Mandailing Natal, HM Jafar Sukhairi Nasution mengungkapkan jika tiga kementerian yakni Kementerian Koperasi, Kementerian Perikanan dan Kelautan, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menyetujui sejumlah usulan program pembangunan yang diusulkan oleh Pemkab Madina dan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) pada beberapa hari lalu.
“Alhamdulillah beberapa usulan program yang kita usulkan ke kementerian pada beberapa waktu lalu mendapat respons persetujuan,” ungkap Bupati Sukhairi kepada sejumlah wartawan di Lopo Mandailing Kopi, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Selasa (20/6/2023).
Sejumlah poin-poin penting yang direspons tersebut tidak terlepas dari peran Ketua TP2D, Todung Mulya Lubis dan Irwan Hamdani Daulay.
Seperti pertemuan dengan menteri Koperasi UMKM, Teten Masduki pada Senin (12/6) misalnya, Sukhairi mengungkapkan, jika pihak kementerian telah menyetujui pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SBBN) nelayan di wilayah Kecamatan Batahan, Natal dan Kecamatan Muara Batang Gadis.
Kemudian, pembangun pabrik minyak sawit merah. Untuk ini Pemda diminta untuk mengajukan usulan dengan persyaratan pihak koperasi memiliki minimal 1.000 hektar kebun sawit swadaya dan menyiapkan pertapakan pabrik yang lokasinya direncanakan di daerah Sinunukan.
“Menteri juga mendukung sepenuhnya koperasi-koperasi agar mendapatkan pinjaman dana bergulir yang dikelola lembaga pengelolaan dana bergulir yang nilainya sampai Rp50 miliar/koperasi,” ujar dia.
Selanjutnya, dalam pertemuan dengan menteri Kelautan dan Perikanan disebutkan, menteri menyetujui pembangunan budidaya lobster di Madina dengan menghadirkan langsung calon investor dan eksportir lobster.
“Dalam hal ini Pemkab diminta menyediakan lahan untuk kepentingan budidaya lobster dengan melibatkan koperasi nelayan setempat,” ungkapnya.
Dalam pertemuan dengan menteri lingkungan hidup dan kehutanan disebutkan, menteri sepakat menyelesaikan SK perhutanan sosial di Madina dengan luas keseluruhan 41.664 hektar dengan perincian 32.260 hektar masih dalam bentuk indikatif dan 9.404 ha sudah defenitif.
“Ini secepatnya akan kita tindaklanjuti. Tanpa dukungan doa dan semua lapisan masyarakat ini akan terasa sulit,” jelasnya.
Reporter: Ant





Discussion about this post