Rayakan hari jadi ke-4 di Panyabungan, Sanggar Seni Ajram Entertainment tegaskan komitmen lestarikan budaya Mandailing Natal dan perangi narkoba serta judi online di kalangan anak muda.
Panyabungan, StartNews – Kemeriahan mewarnai perayaan ulang tahun ke-4 Sanggar Seni Ajram Entertainment di Hangout Coffee Panyabungan, Minggu (15/2/2026). Momentum ini menjadi wujud rasa syukur atas perjalanan panjang dan berbagai pencapaian yang telah diraih sanggar seni ini selama empat tahun berkarya di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Ketua Sanggar Seni Ajram Entertainment Shabri Namora mengenang kembali masa-masa awal berdirinya sanggar yang penuh perjuangan. Dia mengungkapkan empat tahun lalu, jumlah anggota mereka tidak lebih dari sepuluh orang. Namun, berkat tekad yang kuat, kini sanggar ini telah berkembang pesat dengan 40 anggota tetap dan lebih dari 40 siswa yang tengah menjalani pelatihan.
Shabri juga secara terbuka mengajak komunitas kesenian lain di Mandailing Natal, seperti Mandala Project, Sanggar Samisara, dan Melati Madina, untuk bersinergi.
“Mari bersama-sama kita berkolaborasi antara Ajram Entertainment dengan komunitas seni yang ada di Mandailing Natal demi mempertahankan dan melestarikan kesenian dan kebudayaan kita,” ujar Shabri Namora.
Selain fokus pada pelestarian budaya, Shabri menegaskan Ajram Entertainment mengemban misi sosial untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan. Dia mengatakan sanggar ini menanamkan nilai-nilai positif agar anggotanya terhindar dari bahaya narkoba dan pergaulan bebas.
Bahkan, dia memberikan peringatan kepada seluruh anggota untuk menjauhi aktivitas ilegal yang sedang marak. “Saya ingatkan kepada seluruh anggota Sanggar, kalau kalian menyentuh narkoba atau judol (judi online), saya yang akan turun tangan terlebih dahulu,” tegasnya.
Senada dengan hal itu, owner sekaligus Pembina Sanggar Seni Ajram Entertainment Mhd. Husein Akbar, S. mengakui bahwa mempertahankan eksistensi selama empat tahun bukanlah perkara mudah. Pria yang akrab disapa Sein Ajram ini menceritakan, mereka sering menghadapi rintangan hingga cibiran dari berbagai pihak.
Namun, tantangan tersebut justru menjadi bahan bakar bagi mereka untuk terus membuktikan kualitas karya mereka.
Perjalanan sulit itu juga diamini oleh Akmal Soleh, penasehat sanggar. Guru SMA Negeri 1 Panyabungan ini mengenang masa-masa awal saat honor manggung masih kecil dan tempat latihan yang harus berpindah-pindah. Menurut dia, hanya kecintaan terhadap kebudayaan Mandailing Natal yang membuat mereka mampu bertahan hingga saat ini.
Sebagai puncak acara, penyelenggara menggelar grand final perlombaan tari antar siswa pelatihan untuk menentukan bakat terbaik. Berdasarkan hasil penilaian, Nadira Olivia berhasil keluar sebagai juara 1, disusul oleh Yumna Sahlaini sebagai juara 2, dan Aliya Dwi di posisi Juara 3. Sementara gelar juara favorit jatuh pada Anindya Aleesha.
Acara ditutup dengan penuh harapan dan doa dari para kolega agar Ajram Entertainment terus menjadi wadah kreatif yang bermartabat di masa depan.
Reporter: Shabri





Discussion about this post