MENJAGA pola makan yang tepat saat memasuki bulan Ramadhan menjadi kunci utama agar tubuh tetap bugar dan sistem pencernaan tetap sehat. Transisi kondisi perut dari keadaan kosong selama belasan jam memerlukan penyesuaian khusus saat waktu berbuka tiba agar tidak menimbulkan beban kerja berlebih pada lambung.
Langkah pertama yang sangat dianjurkan untuk mengawali buka puasa adalah mengonsumsi air putih hangat yang diikuti dengan buah-buahan segar bercita rasa manis. Pilihan buah manis atau kurma sangat ideal karena kandungan karbohidrat dan energinya mampu mengembalikan stamina tubuh secara instan tanpa mengiritasi pencernaan seperti buah yang bersifat asam.
Sangat tidak disarankan untuk langsung menyantap makanan dalam porsi besar tepat saat azan Maghrib berkumandang. Penting untuk memberikan jeda bagi sistem pencernaan agar dapat melakukan penyesuaian setelah beristirahat seharian penuh. Pola makan berat sebaiknya dilakukan secara bertahap, misalnya setelah melaksanakan ibadah shalat, dengan tetap mengedepankan komposisi gizi seimbang yang kaya akan sayuran.
Terkait kekhawatiran mengenai kenaikan berat badan akibat makan malam setelah ibadah Tarawih, hal tersebut sebenarnya tidak perlu ditakuti. Mengabaikan makan malam justru berisiko membuat tubuh kekurangan energi untuk aktivitas keesokan harinya. Kuncinya bukan pada menghindari makan, melainkan pada pengaturan porsi di piring makan, di mana asupan serat dari sayur-sayuran harus lebih dominan.
Faktor terakhir yang tidak kalah penting adalah mengatur waktu istirahat setelah makan malam. Tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan sebelum dibawa tidur, sehingga memberikan jeda waktu dengan aktivitas ringan atau ibadah sangat dianjurkan. Selain itu, menghindari tidur terlalu larut sangat krusial agar kualitas istirahat tetap terjaga dan tubuh tetap berenergi saat bangun untuk melaksanakan sahur. (*)





Discussion about this post