Kotanopan, StartNews Tiga hari terakhir, warga Desa Gadingbain, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, dihantui rasa takut beraktivitas di kebun dan sawah. Penyebabnya, binatang buas jenis harimau tiba-tiba muncul di salah satu kebun milik warga.
Kemunculan harimau itu terlihat di kebun milik Oloan di wilayah Ayu Siabu, sekitar 4 kilometer dari pemukiman warga di Desa Gadingbain, Selasa (25/4/2023).
Amrin Lubis alias Birong, warga setempat, menjadi orang yang melihat langsung keberadaan harimau Sumatera itu. Saat itu, dia duduk di pondok kebun miliknya. Tiba-tiba sia mendengar anjing peliharaannya terus menggong-gong. Awalnya, dia mengira itu babi hutan. Namun, setelah dia dekati dengan jarak 4 meter, di depannya muncul harimau yang mengejar anjing peliharaannya.
Tidak ayal lagi, Amrin Lubis terpaksa bertatapan mata dengan harimau itu. Beberapa saat kemudian, harimau itu pergi. Sedangkan Amrin Lubis mundur ke pondok di kebunnya. Khawatir harimau itu akan mendatangi pondok, Amrin Lubis pun menelepon abangnya agar dijemput untuk pulang ke rumahnya.

Untuk memastikan keberadaan harimau tersebut, Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) pada Kamis (27/4/2023) turun ke lapangan. Setelah ditelusuri, harimau tidak lagi ditemukan di tempatnya menampakkan diri. Namun, tim yang terdiri dari TNBG dan Forkopincam Kotanopan dibantu masyarakat menemukan puluhan jejak harimau di kebun milik warga tersebut.
Selain itu, juga ditemukan tulang bagian rahang binatang babi yang diduga baru dimakan binatang buas ini. Kemudian, harimau ini juga diperkirakan sudah memakan seekor anjing milik Amri Lubis yang ada di kebun tersebut.
Untuk memastikan berapa jumlah harimau dan di mana posisinya, pihak Balai TNBG memasang 4 kamera trap. Namun, berdasarkan jejak telapak kaki harimau tersebut, binatang ini belum begitu jauh keberadaannya. Sebab, jejaknya di tanah masih basah.
Pengendali Ekosistem Hutan Pemula Balai TNBG, M. Refky Alhilal, mengatakan pihaknya langsung turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan Polsek dan Forkopincam Kotanopan.
Setelah melihat ke lokasi, kata Refky, jejak kaki yang ditemukan memang jejak kaki harimau Sumatera. Namun, jumlahnya belum bisa dipastikan, karena sebagian jejaknya sudah terhapus karena hujan. Menurut keterangan masyarakat, jumlah harimaunya diperkirakan lebih dari satu ekor.
Refky juga mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak panik dengan kemuncuan harimau ini. Kalaupun harus pergi ke kebun, dia menyarankan di atas pukul 9 pagi dan pulang sebelum sore. Sebab, biasanya harimau banyak beraktivitas pada malam hari.
Selain itu, warga juga dianjurkan membunyikan dentuman saat ke kebun untuk sekadar menghalau harimau agar tidak mendekat.
Pantauan di Desa Gadingbain, warga memilih tidak berangkat ke kebun sambil menunggu kepastian harimau tidak ada lagi di wilayah itu. Mereka khawatir kemunculan harimau itu mengamcam keselamatan mereka.
Reporter: Lokot Husda Lubis





Discussion about this post