Medan, StartNews – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menjadwalkan penerbitan Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang rumah terdampak bencana, Selasa (6/1/2026). Langkah ini guna mempercepat penyaluran dana bantuan serta stimulan dari pemerintah pusat kepada masyarakat yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan bangunan.
Hingga kini, tercatat 15 kabupaten/kota di Sumut telah merampungkan dan menerbitkan SK Rumah Terdampak. Sementara Kota Medan dan Kota Tebingtinggi masih dalam status proses finalisasi. Sedangkan Kabupaten Asahan dan Kabupaten Batubara tidak mengajukan.
“Kami akan menerbitkan SK Gubernur untuk mempercepat penyaluran bantuan. Data sisanya akan disempurnakan menyusul, karena menurut BNPB data tersebut masih boleh diperbaiki kedepannya,” ujar Bobby Nasution saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pendataan Pascabencana secara virtual bersama Kemendagri, Selasa (6/1/2026).
Bobby menegaskan percepatan administrasi ini bertujuan mengurangi jumlah warga di posko pengungsian. Dengan adanya kepastian bantuan, warga yang rumahnya mengalami kerusakan kategori ringan dan sedang dapat segera melakukan perbaikan mandiri.
“Masyarakat ingin kembali ke rumah, membersihkan hunian, dan beraktivitas normal. Bantuan dari Kemensos dan BNPB ini sangat dinantikan agar mereka bisa segera meninggalkan pengungsian,” katanya.
Berdasarkan koordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bantuan yang akan disalurkan berupa bantuan stimulan perbaikan rumah dari BNPB untuk rusak berat Rp60 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak ringan Rp15 juta.
Bantuan sosial dan modal dari Kemensos untuk kebutuhan perabotan Rp3 juta/keluarga, jaminan hidup Rp450 ribu/orang/bulan (selama 3 bulan), modal usaha Rp5 juta/keluarga (untuk rintisan usaha), santunan Rp15 juta bagi ahli waris korban meninggal dunia dan Rp5 juta bagi korban luka berat.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan kunci utama pemulihan ekonomi dan sosial pascabencana terletak pada validitas dan kecepatan data by name by address.
“Semakin cepat data terkumpul, semakin cepat bantuan cair. Masyarakat kita sangat tangguh, mereka bahkan mulai berdagang di sekitar pengungsian. Jika bantuan modal dan perbaikan rumah cepat disalurkan, pemulihan akan jauh lebih progresif,” tegas Tito.
Sementara Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan kesiapan pihaknya menyalurkan bantuan segera setelah asesmen daerah rampung dan diterima oleh pusat.
Reporter: Sir





Discussion about this post