Panyabungan, StartNews – Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina yang menampung 280 formasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2022.
Tahun 2020, penerimaan PPPK hanya mengalokasikan 1 formasi guru PAI di SDN 235 Sinunukan II.
Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada jajaran pemerintah, baik Dinas Pendidikan Mandailing Natal maupun BKD Mandailing Natal, yang telah berusaha menyampaikan aspirasi dan berkoordinasi dengan bupati Mandailing Natal, sehingga formasi guru PAI ditampung pada tahun 2022 sebanyak 280 formasi pada 267 sekolah, kata Sulhan Hamid H. Lubis, ketua AGPAII Madina mewakili guru PAI melalui siaran persnya, Rabu (2/11/2022).
Sulhan mengatakan aspirasi guru PAI itu telah terealisasi pada masa pemerintahan Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi.
Ini adalah wujud nyata kepedulian dan perhatian Pemkab Mandailing Natal terhadap nasib guru PAI dan upaya peningkatan kualitas guru PAI di Kabupaten Mandailing Natal, kata Sulhan, yang juga kepala SMAN 1 Nagajuang.
Untuk itu, dia mengimbau seluruh guru PAI agar memaksimalkan potensi dan menggali informasi supaya bisa lulus dalam seleksi PPPK tahun ini. Sebab, peluang jarang berulang dan jangan sampai terbuang.
Pengaktifan akun di SSCAN mutlak dilakukan dan pengisian data yang benar harus diperhatikan, tutur mahasiswa doktoral Manajemen Pendidikan Unimed ini.
Sulham mengatakan AGPAII Madina sebagai bagian dari masyarakat siap berkontribusi dan berkolaborasi dalam menerapkan Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2022 tentang Kurikulum Berbasis Pendidikan pada Satuan Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal.
Kami siap menyukseskan program-program Pemkab Madina, terutama di bidang pendidikan dan keagamaan sesuai tagline: Madina Bersyukur Madina Berbenah, tutur Ketua MGMP PAI SMA Madina ini.
Reporter: Rls




Discussion about this post