Jakarta, StartNews Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) meminta jatah Lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (LPJU-TS) untuk dipasang di beberapa lokasi di Kabupaten Madina.
Permintaan itu disampaikan Staf Khusus Bupati Madina Irwan Daulay saat menemui Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana di kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2023) lalu.
Tahun ini kita (Pemkab Madina) meminta jatah LPJU-TS untuk dipasang di beberapa lokasi di Madina. Permintaan ini kita sampaikan kepada Dirjen EBTKE, kata Irwan Daulay, Sabtu (25/2/2023).
Irwan menjelaskan LPJU-TS dibutuhkan untuk penerangan pada malam hari di perkotaan dan pemukiman penduduk. Juga di lokasi-lokasi yang belum teraliri jalur PLN.
BACA JUGA:
Sesuai arahan bupati Madina, secara bertahap LPJU konvensional akan kita ganti dengan tenaga surya, tutur Irwan.
Selain untuk mendukung program nasional zero emition, menurut dia, LPJU-TS juga menghemat anggaran daerah yang belakangan tekor dari jumlah penerimaan pajak lampu penerangan jalan umum (LPJU).
Irwan mengungkapkan, pendanaan program tersebut bersumber dari dana aspirasi anggota Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga.
Menanggapi permitaan tersebut, Dirjen EBTKE Dadan Kusdiana berjanji mendukung usulan tersebut dan akan membicarakannya dengan Lamhot Sinaga, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar. Sesuai aturan, mereka yang menentukan titik LPJU-TS-nya, baru kemudian dibangun oleh Kementerian ESDM, ujar Dadan.
Sebagai informasi, tahun ini Sumatera Utara mendapat jatah 400 titik LPJU-TS. Kabupaten Madina diharapkan mendapatkan setidaknya 150 unit. Untuk tahun berikutnya secara bertahap mendapatkan porsi tambahan hingga seluruh lampu jalan di Madina menggunakan tenaga surya.
Reporter: Saparuddin Siregar





Discussion about this post