Panyabungan, StartNews Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) tengah membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mendukung kemandirian fiskal dan pembangunan daerah. BUMD ini didesain dalam bentuk holding.
Proses pembentukan BUMD itu dipaparkan Bupati Madina H. Saipullah Nasution dalam pemaparan capaian pada 100 hari kerja pertama Pemerintahan Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution (Sahata) di Aula Kantor Bupati, Kompleks Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Selasa (8/7/2025).
BUMD ini dibentuk untuk menggali potensi daerah dan mengelolanya secara profesional. Juga memanfaatkan potensi sumber daya alam dan wilayah yang dapat meningkatkan PAD dengan manajemen professional, kata Saipullah.
Saipullah menjelaskan BUMD yang dibentuk akan bergerak di berbagai sektor seperti perdagangan, pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, industri, dan jasa. Tentu tata kelola potensi daerah nanti akan lebih luas, katanya.
Saipullah berharap dengan kehadiran BUMD itu nantinya dapat meningkatkan kemandirian fiskal daerah. Sebagaimana pernah disampaikan bahwa BUMD adalah pintu gerbang untuk mendapatkan ruang fiskal dan meningkatkan PAD. Juga akan diintegrasikan dalam dokumen RPJMD Kabupaten Mandailing Natal 2025-2029, tuturnya.
Saat ini proses pembentukan BUMD itu melalui tahap kajian analisis kebutuhan daerah, studi kelayakan, survei awal potensi bidang usaha, serta inventarisasi lahan-lahan perkebunan potensial yang dapat dijadikan sektor usaha.
Reporter: Sir





Discussion about this post