Medan, StartNews Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin menandatangani pembaharuan Working Level Agreement (WLA) Bus Rapid Transit (BRT) Medan – Binjai – Deliserdang (Mebidang) yang pembangunannya dibiayai World Bank dan AFD Perancis senilai Rp1,9 triliun.
Penandatanganan rencana kerja pembangunan BRT Mebidang berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (16/9/2023). Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut penandatanganan MoU pembangunan BRT Mebidang yang dilakukan pada Januari 2022.
Penandatanganan WLA dimulai oleh Wakil Bupati Deliserdang Ali Yusuf Siregar, Wali Kota Binjai Amir Hamzah, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Amirulloh, dan diakhiri Pj. Gubernur Sumut Hassnauddin.
Hassanudin mengatakan proyek itu merupakan percontohan nasional dan dukungan World Bank untuk proyek Mass Transit (Mastrans) di Indonesia, sekaligus target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2018-2023.
Pada tahun 2024, proyek ini akan memasuki tahap konstruksi koridor, halte, depo, perangkat IT, dan pengadaan bus.
Proses Data Flow Diagram (DFD) selesai Januari 2024, BRT Mebidang lintasannya 21 km, dedicated link dengan halte besar 31 halte, memiliki 17 rute menjangkau Medan, Binjai, dan Deliserdang dengan 515 bus, dukungan depo, halte, jalur khusus ITS bus dengan anggaran Rp1,9 triliun, jelasnya.
Hassanudin berharap kesepakatan yang telah ditandatangani nantinya menjadi pedoman para pihak terkait untuk mengimplementasikan Masstran Mebidang, sekaligus mewujudkan transportasi yang lebih baik pada masa depan.
Dia juga menegaskan, para OPD terkait harus mempersiapkan dokumen secara detail. Mulai dari perencanaan, kelembagaan perizinan, SDM, pengawasan hingga pemeliharaan. Saya harapkan seluruh pemangku kepentingan dalam WLA bisa bersinergi dan berkolaborasi, sehingga pembangunan BRT Mebidang ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat Sumut, harapnya,
Sementara Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Amirulloh mengatakan pembangunan BRT Mebidang ini merupakan langkah lanjutan untuk layanan publik yang lebih baik di kawasan metropolitan Medan.
Langkah tersebut dimulai dari stimulan angkutan umum yang diluncurkan oleh Kementerian Perhubungan melalui 5 Koridor Teman Bus, dengan nama Layanan Trans Metro Deli di Medan sejak akhir 2000.
Teman Bus terbukti masih menjadi andalan banyak masyarakat Medan yang memerlukan sarana transportasi yang aman, nyaman, serta terjangkau, ujarnya.
Untuk percepatan pembangunan dan pengelolaan BRT di kawasan Mebidang, kata dia, diharapkan anggaran pembangunan fisik yang telah tersedia dapat direspons dengan komitmen anggaran oleh pemangku kepentingan di wilayah tersebut.
Dalam rencana kerja ini juga terdapat komitmen konkret bagi para pihak, khususnya pemerintah daerah untuk menerima aset, mengoperasikan layanan serta mengembangkan layanan. Kami harapkan kita semua dapat ikut berperan mewujudkan angkutan umum massal yang berkualitas untuk bangsa Indonesia, khususnya masyrakat di kawasan Mebidang, harapnya.
Reporter: Rls





Discussion about this post