Panyabungan, StartNews Pernah dengar nama PASMADA? Ya, PASMADA adalah singkatan dari Parsadaan Alumni SMAN Sada Panyabungan. Boleh dibilang Pasmada merupakan organisasi alumni SMA terbesar di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). PASMADA berdiri sesuai akte yang diterbitkan Kemenkumham pada 27 Desember 2016.
Komunitas ini digagas dan didirikan oleh sejumlah alumni senior SMA Negeri 1 Panyabungan, yang sebagian besar telah sukses berkarier dan berdomisili di Jakarta. Nama-nama tokoh pendiri PASMADA ini juga sudah terkenal di kalangan masyarakat Madina, khususnya para alumni SMAN 1 Panyabungan.
Mereka adalah Dr. H. Mulia P. Nasution (alumni 1970), Cok Simbara (1971), MM Azhar Lubis (1976), Mansyur S. Nasution (1976), Rusli Nasution (1977), M. Sofwat Nasution (1979),Tabrani Lubis (1982), Zainuddin Lubis (1983), (Zulkifli Lubis (1985), dan M. Surbainy Nasution (1988).
Para alumnus senior itulah penggagas utama berdirinya PASMADA. Mereka didukung oleh sejumlah panitia reuni nasional di Jakarta.
Munas (musyawarah nasional) pertama diadakan di Panyabungan, kata Ketua Umum PASMADA Brigjen TNI (Purn) M. Sofwat Nasution lewat wawancara tertulis dengan startnews.id (StArtFM Madina) pada Jumat (6/8/2021).

Sofwat mengisahkan awal berdirinya PASMADA. Bermula dari kesempatan sehari setelah reuni nasional, sejumlah alumni senior berbincang-bincang ringan terkait pengabdian terhadap almamater SMAN 1 Panyabungan.
Dalam bincang-bincang tersebut disepakati membangun masjid di SMAN 1 Panyabungan sebagai wujud pengabdian kitaterhadap almamater yang memiliki andil besar dalam perjalanan hidup kami, kata Sofwat mengisahkan.
Alasan Mendirikan Masjid
Menurut Sofwat, ada dua alasan mereka memilih masjid sebagai wujud pengabdian terhadap almamater. Pertama, bersifat monumental. Kedua, para alumni ingin membangun kondisi keimanan yang lebih baik bagi para siswa yang sedang belajar di SMAN 1 Panyabungan. Sebab, kedepannya mereka akan menghadapi kondisi kehidupan yang multi-dimensi, baik dalam mengikuti pendidikan berikutnya maupun saat bekerja di berbagai instansi pemerintahan dan swasta. Bahkan, bagi mereka yang tidak melanjutkan pendidikan tetapi menjalani kehidupannya dengan berwiraswasta.
Sofwat menuturkan, sungguh sangat penting membentuk jiwa seseorangagar lebih dekat dengan Sang Pencipta agar tidak tersesat dalam menjalani kehidupan kedepannya. Hal ini sejalan dengan salah satu bait syair dalam lagu Indonesia Raya, yaitu: bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.
Jadi, yang pertama dibangun adalah jiwanya, baru yang lain lainnya, ujar purnawirawan Korp Pasukan Khusus (Kopasus) ini.

Untuk mewujudkan rencana pengabdian terhadap almamater itu, para pendiri menggelar acara aeuni akbar di Jakarta pada 2016. Acara ini dihadiri para alumni dari berbagaiangkatan yang datang dari berbagai daerah .
Reuni akbar berlangsung sukses. Inilah yang menjadi inspirasinya. Keinginan kami semakin kuat untuk membentuk organisasi kekeluargaan di tengah-tengah para alumni yang semakin banyak jumlahnya dan tersebar di seluruh nusantara, bahkan ada yang di Amerika, Mesir, dan negara lainnya, kata Sofwat.
Tujuan utama pembentukan PASMADA adalah mempersatukan alumnus dalam satu wadah. PASMADA dibentuk melalui Munas pertama di Panyabungan pada 1 September 2016 atau setelah peresmian masjid dan kegiatan berkurban pada Hari Raya Idul Adha di SMAN 1 Panyabungan.
Seiring berjalannya waktu dan supaya lebih erat lagi silaturahim di antara sesama alumnus, kita buat WhatsApp Group Pasmada sebagai sarana komunikasi di antara sesama alumnus di manapun berada.Grup WA ini menjadi salah satu wujud tercapainya cita-cita kita untuk mempersatukan alumnus, yang dalam bahasa Mandailing disebut palagut na rerak, padonok na dao, ujar Sofwat.
Pada awal berdirinya, pengurus DPP PASMADA di Jakarta periode 2017-2021 dinakhodai oleh M. Sofwat Nasution sebagai ketua umum, Zulkifli Lubis (Sekjen), Tabrani Lubis dan Ilham Sukri Nasution (bendahara). Mereka dibantu Prof. Eddy Suratman ((Ketua Bidang Pendidikan), Zainuddin Lubis (Ketua Bidang Organisasi), dan Ahmad Raja Nasution (Ketua Bidang Kebudayaan & Parawisata).
Sementara di Sumatera Utara dibentuk dewan pengurus daerah (DPD) PASMADA yang dikomandoi Dahler Lubis sebagai ketua dan Dr. Arfan Lubis sebagai sekretaris. DPC Khusus PASMADA Madina diketuai Mulyadi Borotan dan Mangatas Nasution sebagai sekretaris. Untuk daerah lain, belum terbentuk kepengurusan PASMADA, kata Sofwat.

Kegiatan Sosial dan Pengajian
Meski demikian, Sofwat mengakui kegiatan-kegiatan PASMADA belum berjalan secara maksimal. Akan tetapi, ada beberapa kegiatan sosial yang sudah berjalan seperti pengajian rutin sekali dalam empat bulan. Kegiatan olahraga dalam rangka ulang tahun PASMADA di Panyabungan yang dimotori DPC Khusus PASMADA Madina.
Selain itu, PASMADA juga pernah menyalurkan bantuan sembako menjelang Lebaran untuk para guru honorer di SMAN, SMKN, dan MAN yang ada di Kota Panyabungan. Ibadah kurbanbersama saat Idul Adha di Panyabungan. Bantuan APD Covid -19 ke RSUD Panyabungan dan beberapa Puskesmas di Madina serta pembagian masker kepada masyarakat. Ada juga bantuan dana pendirian pondok pesantren di daerah Gunung Barani, bantuan bagi masyarakat Muara Saladi yang terdampak banjir bandang.
Unit-unit PASMADA juga melaksanakan kegiatan sosial di angkatan masing-masing . Misalnya, jika ada musibah di antara anggotanya, anggota yang lain mengumpulkan dana untuk membantu anbggota yang terkena musibah. Ada juga yang memberikan bantuan saat menjelang Lebaran kepada para anak yatim yang ada di lingkungan angkatan masing-masing.
Kami berharap kegiatan-kegiatan sosial ini terus bergerak seiring berjalannya waktu, kata Sofwat.

Respon Positif dari Alumni
Terbentuknya PASMADA mendapat respon positif dari para alumni SMAN 1 Panyabunga. Ini terlihat dari banyaknya alumnus yang masuk di Grup WhatsApp PASMADA. Begitu juga saat menggelar kegiatan sosial, banyak anggota PASMADA dari Madina, Medan, danJakarta yang mendukung dana.
Boleh disimpulkan bahwa respon dari alumnus sangat baik. Walaupun ada riak-riak kecil, itu biasa terjadi dalam berorganisasi, ujar Sofwat.
Sofwat menuturkan, lulusan pertama SMAN 1 Panyabungan pada tahun 1961. Salah seorang lulusan pertama adalah dr. Samsudin Lubis.Kini, anggota PASMADA terdiri dari lintas angkatan. Mulai dari angkatan 1968 sampai angkatan 2007 sudah ada yang bergabung di komunitas alumni ini.
Memang adik-adik milenial masih kurang. Mereka masih ada rasa sungkan untuk bergabung, karena mungkinmereka melihat banyak yang senior. Tapi, kami akan mengajak mereka untuk bergabung. Di sisi lain, karena ada keterbatasan untuk bergabung di Grup WA, karena jumlah anggota dibatasi, katanya.

Partisipasi dalam Pembangunan Madina
Sofwat menegaskan, secara organisasi PASMADA tidak terlibat politik praktis. Namun, kata dia, pengurus tidak bisa melarang anggotanya (secara perorangan) untuk terlibat politik praktis.
Lain halnya dengan peran aktif dalam membangun Kabupaten Madina. Sofwat mengatakan organisasi yang dipimpinnya berkeinginan ambil bagian dalam pembangunan Madina, khususnya di bidang pendidikan. Meski demikian, dia mengakui PASMADA belum terlalu jauh mengambil peranan di bidang pendidikan ini.
PASMADA harus hati-hati dalam melangkah terkait pendidikan ini. Karena pendidikan di setiap tingkatan sudah punya kurikulum masing-masing. Tetapi, bukan berarti kita diam dan tidak berbuat, tidak…! Kita akan melakukan apa yang bisa kita lakukan walaupun tidak signifikan. Namun, kita lakukan seperti memberikan motivasi kepada siswa di saat-saat ada anggota PASMADA yang sedang cuti dan pulang kampung, papar Sofwat.
Biasanya, menurut Sofwat, anggota PASMADA yang pulang kampung sering memanfaatkan waktunya untuk bersilaturahim dan memberikan motivasi kepada siswa, tentunya tetap didampingi para guru. Kegiatan ini sudah berapa kali kita lakukan, katanya.
Reporter: Saparuddin Siregar





Discussion about this post