Ratusan jamaah memadati Masjid Madinatul Mukhlisin Cemara Madina pada Tarawih perdana. Simak pesan H. Ikhwan Siddiqi tentang keutamaan umur di bulan Ramadan.
Panyabungan, StartNews – Gema takbir dan suasana syahdu menyelimuti Komplek Perumahan Cemara, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), saat ratusan warga memadati Masjid Madinatul Mukhlisin untuk melaksanakan salat tarawih perdana. Fenomena membeludaknya jamaah hingga ke selasar masjid ini menjadi bukti tingginya spiritualitas masyarakat Panyabungan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Madinatul Mukhlisin H. Imran Nawawi mengungkapkan rasa haru melihat antusiasme warga yang luar biasa. Dia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para jamaah yang telah meringankan langkah untuk memakmurkan rumah Allah sejak malam pertama.
Imran berharap momentum kepadatan masjid ini bukan sekadar tren awal bulan, melainkan konsistensi yang terjaga hingga penghujung Ramadhan nanti sebagai wujud ukhuwah Islamiyah yang kokoh di lingkungan perumahan tersebut.
Kehadiran sosok H. Ikhwan Siddiqi sebagai penceramah malam itu memberikan dimensi spiritual yang mendalam bagi jamaah. Dalam kultumnya, dua tidak hanya membahas hukum puasa, melainkan menekankan pada hakikat kesempatan hidup.
Menurut dia, bisa menginjakkan kaki di masjid pada malam pertama Ramadan menjadi privilese ruhani yang tidak diberikan kepada semua orang, sehingga patut dirayakan dengan peningkatan kualitas ibadah.
Dalam kutipan pesannya yang paling membekas, H. Ikhwan Siddiqi menjelaskan mengapa umat Islam begitu gigih memohon perpanjangan usia menjelang bulan suci.
“Kita disunnahkan berdoa agar umur kita sampai di bulan Ramadan. Ini bukan tanpa alasan, melainkan karena kemuliaan bulan ini yang tiada tandingannya,” ujar H. Ikhwan di hadapan ratusan jamaah.
Dia memaparkan, doa memohon dipertemukan dengan Ramadan seharusnya menjadi napas harian setiap Muslim. Hal ini disebabkan setiap detik di bulan suci merupakan kesempatan emas untuk memperbaiki diri dan mendulang pahala yang berlipat ganda, sebuah tawaran yang tidak ditemukan di bulan-bulan lainnya. Menurut dia, pertemuan dengan Ramadan bukti cinta Allah kepada hamba-Nya untuk membersihkan sisa-sisa dosa pada masa lalu.
Rangkaian salat Tarawih perdana di Masjid Madinatul Mukhlisin berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Aliran jamaah yang membubarkan diri dengan tertib usai ibadah mencerminkan kesiapan mental warga Cemara Madina dalam menjalani bulan penuh ampunan ini.
Reporter: Salman





Discussion about this post