Panyabungan, StartNews Sejumlah mahasiswa dan pemuda mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Mandailing Natal (Madina) menjalanka proses hukum terhadap pelaksanaan beragam program bimbingan teknis (Bimtek) perangkat desa yang biayanya bersumber dari dana desa di Kabupaten Madina.
Kelompok yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Pemuda Bersatu itu menyampaikan desakan mereka saat unjuk rasa di Kantor Kejari Madina, Kelurahan Dalanlidang, Kecamatan Panyabungan, Jumat (6/10/2023).
Dalam pernyataan sikapnya, pengunjuk rasa meminta Kejari Madina segera memanggil dan memeriksa pelaksanaan Bimtek perangkat desa di Hotel Holywood Pekanbaru, Provinsi Riau, yang digelar belum lama ini. Mereka menduga biaya Bimtek senilai Rp5 juta per peserta yang bersumber dari dana desa itu berbau kegiatan fiktif.
Selain itu, pengunjuk rasa juga mendesak Kejari Madina mengusut dugaan mark up biaya studi banding kepala desa se-Kabupaten Madina yang diadakan di Kangen Hotel, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dengan anggaran Rp15 juta per peserta.
Selain menuntut Kejari Madina, pengunjuk rasa juga melayangkan tuntutan kepada Bupati Madina HM Jakfar Sukhairi Nasution. Mereka meminta bupati Madina mengevaluasi kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terkait seringnya pelaksanaan Bimtek belakangan ini di luar daerah Madina.
Mereka juga meminta Kadis PMD Madina Mainul Lubis mengklarifikasi pelaksanaan Bimtek kepala desa se-Kabupaten Madina di Hotel Holywood, Pekanbaru, Riau, dan studi banding kepala desa di Kangen Hotel, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Mereka mendiduga kegiatan itu fiktif dan cenderung menggerogoti dana desa.
Mereka meminta Bupati Madina menghentikan kegiatan Bimtek kepala desa sesuai pernyataannya agar tidak ada lagi Bimtek yang dibiayai dana desa di luar daerah Madina. Juga meminta Bupati Madina membersihkan mafia Bimtek dari Dinas PMD, karena diduga hanya menghamburkan dana desa tanpa ada feedback yang jelas untuk desa.
Para pengunjuk rasa itu diterima oleh Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Madina Hariyanto Manurung.
Reporter: Sir





Discussion about this post