Tapteng, StartNews – Di tengah sisa-sisa duka akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor, suasana di Posko Pengungsian Desa Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, mendadak hangat pada Jumat malam (2/1/2026). Cahaya terang terpancar dari sebuah truk besar milik Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara (Dishub Provsu). Namun, malam itu truk tersebut bukan membawa logistik, melainkan membawa tawa melalui layar videotron raksasa.
Ratusan warga, didominasi oleh anak-anak dan remaja, duduk bersimpuh memenuhi pelataran posko. Mata mereka tak berkedip menatap layar yang memutar film animasi Jumbo dan film komedi Agak Lain. Sejenak, kepenatan dan trauma akan bencana yang mereka alami luruh bersama gelak tawa yang pecah di sela-sela adegan film.
Kegiatan nonton bareng (nobar) ini bukan sekadar hiburan biasa. Plt. Kepala Desa Kebun Pisang Rismon Alexantro yang ikut berbaur dengan warga, mengungkapkan bahwa ini langkah strategis untuk pemulihan psikologis warga terdampak.
“Kami ingin memberikan sedikit ruang bagi warga untuk melupakan sejenak beban yang mereka hadapi. Melalui koordinasi dengan Camat Badiri dan Dinas Kominfo, kami hadirkan fasilitas dari Dishub Provsu ini,” ujar Rismon di sela-sela pemutaran film.
Langkah ini selaras dengan instruksi Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, yang menekankan bahwa percepatan pemulihan bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal mentalitas masyarakat.
“Sebagaimana pesan Bapak Bupati saat malam tahun baru lalu, tugas kita adalah membantu masyarakat agar cepat pulih. Tahun 2026 ini kita mulai dengan semangat gotong-royong agar warga tetap semangat,” tambah Rismon.
Mobil videotron ini telah melakukan perjalanan lintas kecamatan. Sebelum tiba di Badiri, tim dari Dishub Provsu Anthonius Silaban dan Josua Trisaktio Hutajulu, telah lebih dulu menghibur pengungsi di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, pada malam pergantian tahun.
“Antusiasme warga luar biasa, terutama anak-anak. Di Hutanabolon kemarin pun suasananya sangat ramai. Kami senang bisa berkontribusi dalam proses pemulihan ini,” ungkap Anthonius.
Hadirnya hiburan visual di tengah posko pengungsian menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah provinsi dan daerah bisa menyentuh sisi paling humanis dari sebuah penanganan bencana. Di bawah langit Tapanuli Tengah, layar videotron itu malam ini bukan sekadar alat komunikasi, melainkan secercah harapan bahwa kehidupan harus terus berjalan dengan penuh semangat.
Reporter: Sir





Discussion about this post