Taiwan, StartNews – Laurent Nabila Zahra Tanjung merupakan satu dari lima mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) yang terpilih untuk mengikuti program penelitian luar negeri melalui Student Academic Research Scheme (UB STARS).
Program ini merupakan inisiatif universitas untuk meningkatkan kualitas riset mahasiswa melalui kolaborasi dengan lembaga riset nasional dan perguruan tinggi internasional.
Laurent Nabila Zahra Tanjung dari Sastra Inggris, melakukan penelitian di National Sun Yat-Sen University, Taiwan, selama satu bulan dari November hingga Desember 2025. Penelitian tersebut mengkaji representasi aktivisme lingkungan berbasis komunitas dalam konservasi orangutan melalui studi ekokritik terhadap film Petualangan Sherina 2.
Laurent menjelaskan riset ini berangkat dari kekhawatirannya terhadap meningkatnya ancaman terhadap habitat orangutan dan bagaimana media popular, khususnya film, dapat berperan dalam membentuk kesadaran publik.
“Melalui penelitian ini, saya ingin melihat bagaimana media populer—khususnya film musikal—dapat menjadi medium yang efektif dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai konservasi orangutan,” jelas putri sulung Budi Tanjung, wartawan CNN Indonesia asal Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), ini.
Dia berharap penelitiannya dapat menunjukkan bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium edukasi yang efektif, khususnya dalam isu konservasi yang berbasis pada gerakan komunitas. Melalui UB STARS, Laurent menargetkan analisis mendalam yang dapat memberikan kontribusi ilmiah bagi kajian ekokritik serta membuka ruang kolaborasi riset lintas negara terkait advokasi lingkungan.
“Saya berharap riset ini tidak hanya berkontribusi pada kajian ekokritik, tetapi juga membuka pemahaman baru tentang peran komunitas lokal dalam upaya konservasi yang berkelanjutan.” tambahnya.
UB STARS dirancang untuk memperluas akses mahasiswa terhadap fasilitas riset nasional dan internasional, termasuk laboratorium, perpustakaan, dan bimbingan peneliti. Program ini juga menargetkan peningkatan jumlah publikasi ilmiah mahasiswa di jurnal bereputasi internasional.
Wakil Dekan Bidang Akademik FIB UB Yusri Fajar menyatakan UB STARS menjadi langkah strategis universitas dalam memperkuat budaya riset dan memperluas jejaring akademik global.
“Program ini (UB STARS) menjadi langkah strategis dan konkrit bagi UB, khususnya FIB, dalam mengakselerasi budaya riset unggul dan memperkuat posisi universitas dalam lanskap keilmuan global,” ujarnya, Minggu (23/11/2025).
Dia menambahkan kolaborasi riset yang terbangun diharapkan menghasilkan publikasi internasional bersama mahasiswa, dosen pembimbing UB, dan peneliti mitra.
“UB menargetkan terbentuknya kolaborasi riset berkelanjutan serta luaran berupa publikasi artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi (Scopus/WoS) yang ditulis bersama mahasiswa, dosen pembimbing UB, dan mitra dosen/peneliti baik dari lembaga penelitian dalam negeri seperti BRIN maupun dari berbagai universitas terkemuka di luar negeri,” katanya.
Program UB STARS dapat direkognisi sebagai kegiatan MBKM Riset. Melalui program ini, FIB UB optimis dapat meningkatkan kontribusinya pada peningkatan reputasi akademik Universitas Brawijaya di tingkat internasional.
“Saya meyakini bahwa luaran publikasi ini akan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas riset mahasiswa dan dosen, penguatan jejaring akademik global, serta kontribusi nyata pada reputasi internasional UB, termasuk sebagai pendukung indikator pemeringkatan dan kinerja akademik universitas,” pungkas Yusri Fajar.
Reporter: Sir





Discussion about this post