Padangsidimpuan, StartNews – Gemuruh sorak-sorai penonton memecah kesunyian Stadion HM Nurdin, Kota Padangsidimpuan, Jumat (16/01/2026) sore. Namun, antusiasme kali ini terasa berbeda. Di tengah lapangan hijau, tampak sosok ikonik eks kapten Timnas Indonesia, Evan Dimas, dan penyerang sayap Zulham Malik Zamrun. Kehadiran mereka bukan untuk perburuan trofi liga, melainkan sebuah misi kemanusiaan bertajuk ‘Mulak Tondi tu Badan’.
Laga amal ini digelar sebagai bentuk empati mendalam bagi masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang tengah berjuang bangkit pasca-terjangan bencana tanah longsor dan banjir. Kehadiran para bintang sepak bola nasional ini menjadi magnet luar biasa, menarik ratusan pasang mata untuk datang dan memberikan kepedulian nyata.
Tidak hanya Evan dan Zulham, lapangan hijau juga diwarnai aksi srikandi sepak bola kebanggaan Indonesia. Natasya Sumitro, striker tajam dari Bali United Women FC, serta Octaviani, penggawa Timnas Futsal Putri Indonesia, turut memperkuat Tim Perwakilan Tabagsel Kolaborasi Porfeo. Kehadiran para atlet profesional ini memberikan warna tersendiri, menyatukan semangat olahraga dengan nilai-nilai solidaritas.

Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu, yang hadir dan ikut berpartisipasi bersama Wali Kota Padangsidimpuan H. Letnan Dalimunthe, menyatakan laga ini adalah upaya menjemput semangat bagi para korban.
“Mudah-mudahan laga amal ini bisa menjadi sitawar sidingin, mulak tondi tu badan. Menjadi hiburan sekaligus menggairahkan semangat olahraga di Tapanuli Selatan dan Kota Padangsidimpuan,” ujar Gus Irawan.
Momen emosional terjadi saat panitia membuka sesi lelang jersey asli Tim Nasional Indonesia. Lembar demi lembar kain bersejarah tersebut menjadi rebutan para dermawan yang hadir. Seluruh hasil lelang beserta donasi yang terkumpul akan disalurkan sepenuhnya untuk meringankan beban para korban bencana di Tapsel.
Melalui tendangan kaki Evan Dimas dan kawan-kawan, sepak bola sore itu bukan sekadar permainan 90 menit. Sepak bola bertransformasi menjadi bahasa universal yang menyuarakan bahwa warga yang terdampak bencana tidak sendirian.
Di akhir laga, yang tercatat bukan sekadar skor pertandingan, melainkan besarnya rasa kemanusiaan yang berhasil dikumpulkan dari atas rumput stadion kebanggaan warga Padangsidimpuan tersebut.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post