Padangsidimpuan, StartNews Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution mengatakan peringatan HUT Kota Padangsidimpuan pada 17 Oktober 2001 mestinya diubah, karena usia kota ini lebih tua dari itu.
“Kota Padangsidimpuan sudah ada jauh sebelum tahun 2001. Soal ini harus diluruskan, karena usia Kota Padangsidimpuan sudah ratusan tahun,” kata Irsan dalam pidatonya saat pembukaan Padangsidimpuan Expo 2022 di Halaman Bolak, Kota Padangsidimpuan, Senin (17/10/2022).
Acara itu merupakan rangkaian peringatan HUT Kota Padangsidimpuan yang sudah digelar sejak Jumat (14/10/2022), dimulai dengan Sidang Paripurna DPRD Kota Padangsidimpuan.
Irsan menginginkan momentum peringatan HUT Kota Padangsidimpuan sebagai momentum bagi seluruh masyarakat Kota Padangsidimpuan. Namun, jika yang diperingati pada 17 Oktober setiap tahun, maka peringatan itu perihal perubahan status Kota Padangsidimpuan sebagai daerah otonomi baru yang mekar dari Kabupaten Tapanuli Selatan pada tahun 2001.
“Kedepan, HUT Kota Padangsidimpuan harus berkaitan dengan saat daerah ini menjadi sebuah kota, bukan saat menjadi Pemda Kota Padangsidimpuan,” katanya.
Untuk itu, Irsan mengatakan Pemda sudah melakukan pengkajian terkait sejarah Padangsidimpuan dengan menerbitkan buku Historigrafi Padang Sidimpuan yang ditulis Budi P. Hutasuhut.
“Pemda terbuka terhadap upaya para ahli untuk menemukan hal yang paling pas tentang sejarah Kota Padangsidimpuan,” katanya.
Sementara usai memberikan sambutan, acara diisi dengan penyerahan buku Historiografi Padang Sidimpuan oleh penulisnya, Budi P. Hutasuhut, kepada Wali Kota Irsan Efendi Nasution dan Wakil Wali Kota Arwin Siregar serta Forkopimda Kota Padangsidimpuan.
Budi Hutasuhut mengatakan, buku Historiografi Padang Sidimpuan berupa hasil kajian sejarah berdasarkan sumber primer dan sumber skunder yang setiap data diuji kesahihannya sesuai metode sejarah.
“Kami melakukan penelitian tentang masyarakat awal yang membangun Kota Padangsidimpuan,” katanya.
Reporter: Sir





Discussion about this post