Padangsidimpuan, StartNews Di tengah kesibukan sebagai kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 (MTsN-1) Kota Padangsidimpuan dan sedang menempuh pendidikan doktor (S-3), Hj. Asriana, M.Ag masih berkarya menulis buku berjudul Jaldur 5.
Jaldur 5 adalah singkatan dari Jalan Durian Nomor 5 di Kampung Jawa, Kelurahan Wek IV, Kota Padangsidimpuan. Rumah ini memiliki banyak kenangan bagi 11 putra-putri buah cinta pasangan Abdul Somad Hasibuan dan Aminah.
Buku Jaldur 5 berkisah tentang Abdul Somad dan Aminah menjalani kehidupan dan mendidik 11 anaknya hingga sukses. Sembilan anaknya menjadi PNS, satu konsultan, dan satu lagi meninggal saat masih kecil.
Tidak hanya di pekerjaan, putra-putri Abdul Somad dan Aminah juga sukses di pendidikan. Satu orang professor (Prof), dua kandidat doktor (Dr), dua master (S-2), tiga sarjana lengkap (S-1), dan dua SMA.
Sabtu (10/5/2025) lalu, The Beginners Book Club sebagai komunitas buku pertama di Kota Padangsidimpun, membedah buku Jaldur 5 karya Hj. Asriana, M.Ag di Aula Pertemuan MTsN 1.
Aldi Yazri Siregar, pendiri The Beginners Book Club, menyebut bedah buku Jaldur 5 ini bagian dari penegasan komitmen timnya dalam meningkatkan budaya membaca di tengah masyarakat.

Buku itu hasil karya Hj. Asriana, M.Ag, penerima beasiswa S-1 dan S-2. Kepala madrasah tsanawiyah, anak ke-10 dari 11 bersaudara, kandidat doktor UIN Sumatera Utara. Lahir di rumah yang menyenangkan dan sederhana di Jalan Durian No. 5 Kota Padangsidimpuan.
Dalam sesi bedah buku, Asriana berbagi cerita tentang apa yang dia peroleh dari ayah dan ibu serta saudara-saudaranya. Dia menulis buku ini terinspirasi dari abang, kakak, dan adiknya yang telah berhasil di dunia kependidikan dan kehidupan yang berkecukupan.
Aminah, ibunda dari Asriana, rela berhenti bekerja sebagai PNS (guru) demi mengurus 11 anaknya. Sedangkan Abdul Somad Hasibuan, BA, seorang ayah yang tangguh, bekerja sebagai PNS, pernah juga anggota DPRD Tapanuli Selatan.
Ayah-ibunya sebelum jadi PNS adalah seorang tukang kursi rotan, penjahit sepatu, dan tukang jahit. Berkat kerja kerasnya, satu putri mereka menjadi Profesor (Prof), dua kandidat Doktor (S-3), dua Master (S-2), tiga sarjana lengkap (S-1), dua tamat SMA.
Asriana dan saudaranya meneladani perjuangan ayah-ibu mereka. Mendidik dan membesarkan anak dengan gigih, sehingga mampu menempuh pendidikan dan meraih pekerjaan memadai. Satu di antaranya menjadi Profesor perempuan pertama se-Tabagsel.
“Apa yang saya tulis di buku ini, saya harap bisa bermanfaat dan memotivasi para pembaca dalam menjalani kehidupan. Khususnya kehidupan sebagi orangtua dalam mendidik dan membimbing anak-anaknya seperti perjuangan ayah ibu kami,” kata Asriana.
Bagi peserta didik, komunitas buku, masyarakat, dan guru-guru MTsN 1 Padangsidimpuan, diharap bisa termotivasi. Sehingga bisa menulis buku dan berkarya di dunia literasi, meski berada di tengah sibuknya aktivitas sehari-hari.
Asriana menyebut bukunya boleh dipesan dengan harga seikhlasnya. Hasil penjualan akan dipakai untuk penggandaan buku berikutnya dan kemudian disedekahkan. Terlebih dahulu kepada guru dan siswa MTsN 1 Padangsidimpuan.
Selain buku Jaldur 5, Asriana memiliki banyak tulisan yang sudah terpublikasi seperti jurnal pendidikan berjudul Sistem Pembelajaran, puisi bertema teknologi bersama Tim Literasi MTsN 1 Padangsidimpuan.
Kemudian tulisan berjudul Pendidikan Islam dan Literasi Lektur Klasik dan Kontemporer. Pada saat ini ada juga kumpulan puisi dengan tema rumah bersama Tim Literasi MTsN 1 Padangsidimpuan yang sedang proses pencentakan.
Selain bedah buku Jaldur 5 karya Hj. Asriana M.Ag, The Beginners Book Club juga membedah buku karya almarhumah Profesor Dr. Hj. Asfiati, S.Ag, M.Pd.
Semasa hidupnya, guru besar UIN Syahada Padangsidimpuan yang juga kakak kandung Hj. Asriana itu telah menulis tujuh buku.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post