Panyabungan, StartNews Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Siar Nasution mengatakan ada beberap faktor yang menyebabkan kelangkaan pupuk subsidi si Madina.
Satu di antaranya, proses pengambilan pupuk yang saat ini dinilai panjang dan ruwet. Selain itu, juga minimnya kuota pupuk yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
“Penyebabnya adalah proses penebusan pupuk yang panjang. Proses untuk menebus pupuk yang ada di distributor penuh perjalanan panjang. Antara kios pengecer dengan distributor ini masih ada lagi hubungan kerja sama, antara distributor dengan produsen juga masih ada. Antara distributor dengan pusat ini baru seminggu yang lewat dibuat kontrak. Sebetulnya, masalah kelangkaan tidak ada, namun masalahnya adalah proses pengambilan pupuk ini sekarang sangat panjang dan ruwet,” kata Siar Nasution, Rabu (19/1/2022).
Selain itu, kata dia, masalah input data ke e-RDKK dan kuota pupuk yang ditetapkan pemerintah pusat dinilai terlalu minim.”Masyarakat tidak tahu masalah input– meng-input dan ini persoalan yang kami hadapi. Kemudian masalah kuota pupuk. Kebutuhan pupuk kita sekitar 10 ribu ton, tapi nyatanya kuota yang diberikan pusat hanya 3.778 ton,” kata Siar.
Meski begitu, untuk mempercepat pengambilan pupuk tersebut, Siar menyebut pihaknya telah memanggil pihak distributor pada Minggu yang lalu.Pada pertemuan tersebut dia meminta agar pihak distributor secepatnya mengambil terobosan-terobosan agar pupuk tersebut dapat diambil secepatnya ke produsen.
“Dari pernyataan pihak distributor pada saat kami panggil, kedatangan pupuk bersubsidi ini diperkirakan paling cepat datang pada awal bulan dua,” ungkapnya.
Belakangam ini para petani di Kabupaten Madina kesulitan mendapatkan pupuk urea bersubsidi. Petani juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk non-subsidi di pasaran. Kalaupun pupuknya ada, tetapi harganya mahal, di atas harga Rp 600 ribu per saknya.
Akibat susahnya pupuk tersebut, para petani yang sebelumnya sudah melakukan pola tanam terpaksa mengurangi takaran pupuk dari standar biasanya. Hal ini akan berimbas pada hasil panen nantinya.
Reporter: Ant/Sir





Discussion about this post