Gunung Sorik Marapi di Mandailing Natal mencatatkan 16 kali gempa vulkanik dalam pada periode pengamatan 4 April 2026 pagi. Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 1,5 km.
Panyabungan, StartNews – Aktivitas vulkanik Gunung Sorik Marapi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menunjukkan peningkatan kegempaan yang signifikan pada Sabtu, 4 April 2026. Berdasarkan hasil koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina dengan pemerintah desa setempat, tercatat terjadi sebanyak 16 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dalam kurun waktu enam jam, yakni mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
Peningkatan getaran bawah permukaan ini mempertegas posisi Gunung Sorik Marapi yang saat ini masih berada pada Status Level II atau Waspada.
BACA JUGA: – Gunung Sorik Marapi Waspada, Dilarang Beraktivitas di Radius 1,5 Kilometer
Pemerintah daerah melalui Pos Pengamanan Sibanggor Tonga dan Sibanggor Julu kini memperketat pengawasan di titik-titik rawan, terutama karena lokasi pemukiman warga berada tepat di kaki gunung yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana letusan.
Selain mengamati aktivitas kawah, petugas juga melakukan pemantauan tambahan di sekitar wilayah kerja panas bumi (WKP) PT Sorik Marapi Geothermal Power guna memitigasi potensi bahaya sekunder berupa paparan gas berbahaya atau semburan lumpur panas yang kerap berkaitan dengan aktivitas vulkanik di kawasan tersebut.
Seiring dengan meningkatnya jumlah kegempaan hari ini, otoritas terkait mengeluarkan larangan keras bagi masyarakat maupun wisatawan untuk mendekati area puncak.
Zona bahaya ditetapkan dalam radius 1,5 kilometer dari kawah utama, di mana tidak boleh ada aktivitas manusia dalam bentuk apapun, termasuk pendakian.
Hal itu sebagai bentuk antisipasi dini mengingat sifat aktivitas vulkanik yang dapat berubah sewaktu-waktu tanpa peringatan yang lama.
Pihak BPBD bersama jajaran kepala desa terus melakukan sosialisasi agar warga tetap siaga, tetapi tidak menelan informasi yang belum terverifikasi.
Koordinasi antar-instansi dilakukan secara intensif untuk memastikan jalur evakuasi dan prosedur keselamatan tetap dalam kondisi siap pakai jika terjadi eskalasi aktivitas yang lebih besar.
“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan dari PVMBG dan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal,” tulis pihak tim koordinasi dalam pernyataannya.
Hingga saat ini, pemantauan secara mendalam terus dilakukan untuk memantau fluktuasi kegempaan lebih lanjut di Gunung Sorik Marapi.
Reporter: Agus Hasibuan




Discussion about this post