Tapteng, StartNews – Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menetapkan H. Bincar Halomoan Siregar sebagai Rais Syuriyah dan Muhammad Sodiqin Lubis sebagai Ketua Tanfidziyah masa khidmah 2026–2031.
Penetapan ini dilakukan dalam Konfercab yang berlangsung di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) NU Desa Pananggahan, Kecamatan Sorkam, Tapteng, Sabtu (17/1/2026).
H. Bincar Siregar terpilih melalui mekanisme Rapat Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Sementara Muhammad Sodiqin Lubis terpilih secara aklamasi dalam sidang pemilihan ketua tanfidziyah setelah menjadi calon tunggal.
Pelaksanaan Konfercab ini merupakan puncak tugas Tim Karteker PCNU Tapteng yang dibentuk oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui SK nomor 4882/PB.01/A.II.01.44/99/12/2025.
Sejak Desember 2025, Tim Karteker yang dipimpin oleh Abrar Dawud Faza (ketua) dan H. Alfian Hutauruk (rais) telah melakukan sosialisasi masif di berbagai kecamatan dan menggelar rapat koordinasi di kantor PWNU Sumut untuk membenahi struktur organisasi hingga ke tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC).
“Tim Karteker membuka ruang seluas-luasnya bagi warga NU untuk memberikan masukan. Aspirasi ini menjadi dasar penguatan organisasi sebelum Konfercab dilaksanakan,” ujar Abrar Dawud Faza.
Konfercab yang dibuka secara resmi oleh Katib PWNU Sumut ini sempat diwarnai dinamika. Aksi unjuk rasa dari sekelompok massa sempat memicu kericuhan di lokasi awal, yakni Hotel Hasian Pandan. Kelompok tersebut menyatakan penolakan terhadap Tim Karteker.
Padahal, menurut panitia, pelaksanaan Konfercab telah mengantongi izin resmi dari PBNU melalui surat nomor 5005/PB.03/A.I.01.45/99/01/2026.
Demi menjaga kondusivitas dan kelancaran agenda organisasi, Ketua Panitia H. Jawali Pasaribu memutuskan untuk memindahkan lokasi kegiatan ke Kecamatan Sorkam.
“Konfercab tetap terlaksana sesuai amanat organisasi dan diikuti oleh 13 MWC NU dari berbagai kecamatan di Tapanuli Tengah,” ungkap Jawali.
Dalam sambutan perdananya, Rais Syuriyah terpilih H. Bincar Halomoan Siregar menekankan pentingnya fikrah nahdliyyah (pola pikir NU) sebagai landasan bergerak. Dia mengajak warga NU untuk tetap memegang teguh prinsip tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i‘tidal (adil).
Senada dengan itu, Ketua Tanfidziyah terpilih Muhammad Sodiqin Lubis menyatakan kesiapannya untuk merangkul kembali seluruh elemen warga Nahdliyin yang sempat terfragmentasi.
“NU hanya bisa besar jika dikelola bersama-sama. Kedepan, kebersamaan harus dirajut kembali. Ini pekerjaan berat, tapi harus dijalani demi persatuan NU di Tapanuli Tengah,” tegas Sodiqin.
Acara ditutup dengan pembentukan Tim Formatur yang bertugas melengkapi struktur kepengurusan PCNU Tapteng untuk lima tahun kedepan. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi Lubis, serta sejumlah tokoh ulama dan kader NU setempat.
Reporter: Farid





Discussion about this post