Dr. Sori Monang Rangkuti, calon ketua STAIN Madina, hadir sebagai orator utama di Harlah ke-100 NU Labura. Simak komitmen pengabdian dan ghirah kaderisasinya di sini.
Labura, StartNews – Calon kuat ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN Madina) Dr. H. Sori Monang Rangkuti an-Nadwi, M.Th. menegaskan komitmennya memperkuat basis pengabdian masyarakat melalui organisasi Nahdlatul Ulama.
Dia membuktikan hal itu saat hadir sebagai orator tunggal dalam peringatan Harlah ke-100 NU sekaligus pelantikan Pengurus Cabang (PC) NU Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) di Aula Kantor Bupati Labura , Sabtu (14/2/2026).
Kehadiran Dr. Sori Monang menjadi sorotan mengingat rekam jejaknya yang baru saja menyelesaikan Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) untuk kedua kalinya di Mandailing Natal (Madina). Mobilitas tinggi dari medan kaderisasi di Madina langsung menuju mimbar dakwah di Labura ini dianggap representasi semangat ghirah atau militansi kader yang seimbang antara kedalaman akademik dan pengabdian organisasi.
Dalam balutan acara yang juga dirangkai dengan peringatan Isra’ Mi’raj menyambut Ramadan 1447 Hijiriyah tersebut, Sori Monang mengatakan integrasi ilmu pengetahuan dan keberkahan spiritual menjadi kunci utama bagi warga Nahdliyin dalam menghadapi tantangan zaman.
Dia memosisikan diri bukan hanya sebagai akademisi yang berada di balik meja, melainkan figur yang aktif turun ke akar rumput untuk menyebarkan nilai-nilai moderasi Islam.
Usai mengisi tausiyah di hadapan jamaah dan jajaran pejabat daerah, Sori Monang menyampaikan apresiasi atas amanah yang diberikan pengurus PC NU Labura kepada dirinya. Dia menyebutkan momentum harlah satu abad ini harus menjadi titik balik bagi penguatan sinergi antara ulama dan umara dalam membangun daerah.
“Alhamdulillah, dengan rahmat Allah SWT, tiga acara penting di PC NU Labura berjalan dengan penuh semangat dan kebersamaan. Ini merupakan penghargaan yang luar biasa buat saya diamanahkan sebagai penceramah di Aula Kantor Bupati Labura yang indah ini,” ujar Sori Monang.
Dia berharap agar pesan-pesan yang disampaikan dalam momentum pelantikan tersebut tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi mampu berdampak konkret bagi kehidupan beragama masyarakat Labura. Fokus utama yang dia gaungkan adalah bagaimana ilmu pengetahuan dapat menjadi wasilah untuk mendapatkan keberkahan hidup, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
“Semoga ilmu yang disampaikan bisa menambah keberkahan dan menghantarkan kita mendapat ridho dari-Nya. Aamiin,” kata Sori Monang.
Langkah Sori Monang itu dinilai banyak pihak semakin memperkokoh posisinya dalam bursa kepemimpinan STAIN Madina. Konsistensinya dalam memperkuat basis kaderisasi dinilai sebagai modal besar untuk membawa perubahan signifikan bagi institusi pendidikan tinggi di Sumatera Utara pada masa depan.
Reporter: Salman





Discussion about this post