Panyabungan, StartNews – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa (DPC IMA) STAIN Mandailing Natal (Madina) unjuk rasa Gedung DPRD Madina, Panyabungan, Rabu (11/2/2026).
Dalam akainya pengunjuk rasa menyoroti keberadaan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Madina.
Dalam orasinya, Koordinator Aksi DPC IMA STAIN Madina Habib memaparkan enam poin tuntutan utama yang ditujukan kepada para wakil rakyat. S atu di antaranya, desakan untuk memeriksa kualifikasi seluruh personel di dapur MBG.
Mahasiswa mempertanyakan apakah posisi strategis mulai dari kepala SPPG, ahli gizi, hingga relawan dapur telah memenuhi persyaratan kompetensi yang ditetapkan atau justru diisi secara asal-asalan.
Kecurigaan mahasiswa semakin diperkuat dengan adanya dugaan praktik nepotisme dalam proses perekrutan personel MBG.
Habib mempertanyakan transparansi waktu dan lokasi perekrutan karena dinilai mengabaikan syarat-syarat yang dibutuhkan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Itu sebabnya, mahasiswa meminta DPRD Madina segera melakukan inspeksi mendadak atau memanggil pemilik SPPG guna memastikan keberlangsungan program unggulan Presiden Republik Indonesia tersebut berjalan dengan benar.
Selain masalah internal, massa aksi juga menyuarakan keprihatinan atas minimnya penegakan hukum terhadap berbagai persoalan yang muncul di SPPG Madina.
Bahkan, mereka melontarkan dugaan adanya kerja sama tidak sehat antara pihak kepolisian dan pemilik SPPG. Mahasiswa berharap seluruh keberadaan SPPG di Madina dikaji ulang secara menyeluruh karena dikhawatirkan program ini hanya menjadi ladang korupsi massal yang merugikan masyarakat.
Kedatangan massa aksi tersebut diterima oleh Sekretaris Dewan di depan Gedung DPRD Madina. Menanggapi tuntutan yang disampaikan, Sekretaris Dewan berjanji segera berkoordinasi dengan Ketua DPRD Madina untuk mengkaji poin-poin aspirasi mahasiswa.
Setelah mendapatkan penjelasan dari pihak sekretariat, pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib sembari memberikan peringatan bahwa mereka akan kembali melakukan aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti sesuai harapan masyarakat.
Reporter: Agus Hasibuan





Discussion about this post