Linggabayu, StartNews Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengajak para pengurus partai politik pengusung dan anggota DPRD Madina untuk mendengar keluhan masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Linggabayu, Madina, Jumat (30/5/2025).
Para pengurus parpol itu, di antaranya Ketua DPC PKB Madina Khoiruddin Faslah Siregar, Ketua DPC PPP M. Irwansyah Lubis, Ketua DPD NasDem Sainal Abidin Nasution, Ketua DPC Hanura Madina Fahrizal Efendi Nasution, dan Sekretaris Partai Demokrat Madina Dodi Martua.
Selain itu, anggota DPRD Madina yang juga ikut rombongan bupati, di antaranya Edi Anwar dari PKB, Nasrul Hilmi Nasution dari Golkar, Saripada dan M. Yusuf dari PKS, serta Suhelmi dari NasDem.
Bupati juga mengajak para pejabat teras di lingkungan Pemkab Madina. Di antaranya, Pj. Sekdakab Madina M. Sahnan Pasaribu, Asisten II Ahmad Meinul Lubis, Kepala Dinas PUPR Elpi Yanti Harahap, Kadis PMD Irsal Pariadi, Kadis Kominfo Azhar Paras Muda Hasibuan, Kasatpol PP Yuri Andri, serta Kabag Kesra Bahruddin Juliadi.
Salah desa yang dikunjungi untuk menyerap aspirasi masyarakat adalah Desa Simpang Koje, Kecamatan Linggabayu.
Selain bersilaturahmi, bupati juga memanfaatkan momen ini untuk berdiskusi sekaligus menampung keluhan masyarakat untuk kemudian dicarikan solusinya terkait berbagai persoalan pembangunan di desa terpencil ini.
Dalam pertemuan itu, masyarakat menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan yang sudah lama rusak, tetapi tak kunjung diperbaiki. Salah seorang tokoh masyarakat mengatakan persoalan jalan ini sudah berlangsung sejak masa sebelum pemekaran Mandailing Natal dari Tapanuli Selatan.
Sejak masih Tapsel sampai Madina pemekaran, sudah beragam pejabat yang datang, tapi kami tetap seperti ini, ujarnya.
Dia menyebut kondisi jalan yang memprihatinkan membuat banyak pemilik angkutan enggan masuk ke desa tersebut. Dampaknya, anak-anak yang hendak sekolah ke Natal harus menumpang mobil pick-up yang menghadapi risiko dan ketidaknyamanan setiap hari.
Menanggapi keluhan itu, Bupati Saipullah memaparkan prioritas program pembangunan Pemkab Madina di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Atika Azmi.
Dia menegaskan sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan menjadi perhatian utama, termasuk perbaikan jalan penghubung antar-desa.
Kita sedang dalam masa efisiensi anggaran, tapi pemerintah daerah tetap berusaha. Salah satunya melalui pengalihan dana CSR serta pengusulan program ke kementerian, jelasnya.
Selain masalah jalan, masyarakat juga menyoroti keberadaan tanah ratusan hektare yang saat ini tidak dimanfaatkan. Terkait hal ini, Saipullah menyampaikan perlunya kejelasan hukum terlebih dahulu sebelum pemerintah daerah mengambil langkah.
Kita tidak bisa mencaplok begitu saja karena Indonesia adalah negara hukum. Saya harus tahu kedudukan hukum tanah ini, sehingga bisa menentukan langkah yang harus diambil pemerintah daerah, tegasnya.
Di sela kunjungannya, Saipullah juga mengajak masyarakat memanfaatkan kehadiran Koperasi Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis. Dia melihat peluang ekonomi dari penyediaan bahan pangan seperti sayur dan beras yang diperlukan dalam program tersebut.
Dalam kunjugan tersebut, Saipullah diminta masyarakat menjadi imam di masjid desa. Dia memilih membacakan Surah Al Hasyr ayat 18-24 pada rakaat pertama dan Surah Al Insyirah pada rakaat kedua.
Seusai salat dan diskusi, Saipullah menyerahkan santunan kepada 60 anak yatim sebagai wujud nazarnya.
Rangkaian kunjungan ini diawali dari silaturahmi di Pondok Pesantren Tahfiz Baitul Quran, Kelurahan Simpang Gambir, tempat bupati lebih dulu menyapa warga dan mendengarkan aspirasi mereka.
Reporter: Fadli Mustafid





Discussion about this post