Medan, StartNews – Sumatera Utara (Sumut) mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi lonjakan permintaan tenaga kerja di Jepang yang diprediksi memuncak pada tahun 2026. Melalui kolaborasi dengan OSHiN Tekno dan LPK Mori Centre, Pemerintah Provinsi Sumut menargetkan pengiriman 1.000 peserta magang untuk mengisi berbagai sektor industri di Negeri Sakura.
Sektor pertanian dan perkebunan menjadi primadona dalam peluang kerja kali ini. Perwakilan OSHiN Tekno, Muhammad Khaidar, mengatakan saat ini terdapat sekitar 3.000 perusahaan di Jepang yang siap menyerap tenaga kerja asing. Namun, dia mengakui selama ini jumlah serapan tenaga kerja asal Sumatera Utara masih tergolong minim jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.
“Kami berharap dari Sumut dapat mencapai seribu peserta magang ke Jepang melalui LPK yang ada di Sumut. Selama ini, perekrutan tenaga kerja asal Sumut dinilai masih sedikit, sehingga kehadiran langsung gubernur ke Jepang diharapkan memberikan dampak positif bagi kepercayaan perusahaan di sana,” kata Khaidar saat audiensi di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (9/2/2025).
Merespons target ambisius tersebut, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan Pemprov Sumut siap memberikan dukungan penuh, terutama dalam aspek standarisasi keahlian.
Bobby mengatakan pelatihan keterampilan menjadi kunci agar putra-putri Sumut tidak kalah bersaing dengan tenaga kerja dari daerah maupun negara lain.
Bobby juga menggarisbawahi program magang ini harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Dia para peserta tidak hanya sukses secara finansial di luar negeri, tetapi memiliki misi untuk membawa pulang keahlian teknis yang bisa memajukan industri lokal di Sumut.
“Saya sangat mendukung. Kita boleh mengirim tenaga kerja ke luar negeri, tetapi itu bukan solusi utama. Yang paling penting adalah mereka membawa pulang ilmu, pengalaman, dan keterampilan untuk membangun daerah asal,” ujar Bobby Nasution.
Reporter: Sir





Discussion about this post