Bupati Palas meresmikan Ramadhan Fair 2026 pertama sejak 2007 di Lapangan Merdeka Sibuhuan. Simak upaya Pemkab mendorong ekonomi UMKM dan layanan publik gratis.
Palas, StartNews – Pemerintah Kabupaten Padanglawas (Pemkab Palas) mencetak sejarah baru dalam upaya penguatan ekonomi kerakyatan melalui penyelenggaraan Ramadhan Fair 1447 Hijiriah di Lapangan Merdeka Sibuhuan. Festival religi berskala besar ini merupakan kali pertama digelar Pemkab Palas sejak mekar dari Tapanuli Selatan pada tahun 2007.
Even ini bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar naik kelas sekaligus memeriahkan suasana bulan suci di kabupaten ini.
Bupati Palas Putra Mahkota Alam Hasibuan membuka kegiatan ini pada Jumat (20/2/2026) sore, didampingi jajaran Forkopimda. Dalam pidato pembukaan yang disiarkan secara daring, dia mengatakan agenda ini bukan sekadar rutinitas seremoni tahunan, melainkan motor penggerak ekonomi yang dirancang untuk memberikan dampak finansial langsung kepada masyarakat kecil.
Putra Mahkota optimistis interaksi ekonomi di lapangan ini akan menjadi tulang punggung kesejahteraan daerah selama Ramadan.
“Momentum Ramadan ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah,” ujarnya.
Keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi lokal dibuktikan dengan penyediaan 62 stan dagang gratis kepada para pelaku usaha. Para pedagang hanya diwajibkan berkontribusi biaya kebersihan Rp10.000 setiap hari. Kebijakan ini diambil untuk menekan biaya operasional pedagang, sehingga mereka bisa meraih keuntungan maksimal.
Kepala Dinas Koperasi dan Perindustrian Perdagangan Wildan Ansori Hasibuan memberikan peringatan keras terhadap praktik pungutan liar yang mungkin terjadi di luar ketentuan tersebut guna melindungi para peserta pameran.
“Jika ada kutipan di luar biaya kebersihan yang telah ditetapkan, itu bukan bagian dari panitia pelaksana,” tegas Wildan Ansori Hasibuan.
Selain menjadi pusat kuliner dan bazar produk lokal, Ramadhan Fair ini tampil beda dengan mengintegrasikan pusat layanan publik terpadu di satu lokasi.
Warga yang berkunjung tidak hanya bisa berbelanja takjil, tetapi juga dapat mengurus administrasi kependudukan di stan Disdukcapil, melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di stan Dinas Kesehatan, hingga mengakses bantuan sosial melalui Dinas Sosial.
Konsep one-stop service ini mendapat apresiasi dari warga karena memangkas birokrasi dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di tengah suasana berpuasa.
Respon positif juga datang dari pelaku usaha. Salah satunya Purnama Sari Lubis, pemilik usaha Es Ubi Ungu “Bunda Palas”. Dia merasa fasilitasi pemerintah ini jawaban atas harapan pedagang kecil yang selama ini mendambakan ruang promosi yang layak dan terpusat.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post