Natal, StartNews Hujan deras yang mengguyur wilayah pantai barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) beberapa hari terakhir membuat jalan dan jembatan penghubung Desa Sikarakara 2, Desa Sikarakara 3, Desa Tunas Karya, dan Desa Sukamaju ambruk akibat luapan banjir air hujan.
Akibat jalan longsor dan jembatan ambruk tersebut, warga terpaksa berjalan kaki menuju pusat perekonomian. Para siswa pun terpaksa berjalan kaki di atas beton pinggir jembatan menuju sekolah yang ada di seberang desa mereka.
Pantauan StartNews di lokasi, terlihat para siswa yang bepergian sekolah yang melewati longsoran dan jembatan yang ambruk tersebut. Mereka harus melewati batang pohon kelapa yang masih tersisa di badan jalan. Warga dan pelajar itu harus ekstra hati-hati saat melintas.
Jalan dan jembatan yang ambruk tersebut merupakan akses jalan tercepat yang menghubungkan empat desa di Kecamatan Natal.
Akibat jalan dan jembatan rusak, sebagian warga yang menggunakan kendaraan harus rela melewati jalan perkebunan dengan waktu tempuh yang relatif lama. Jalan perkebunan ini juga memprihatinkan, karena kondisinya berlumpur tebal. Sehingga, banyak pengendara terperosok di jalan berlumpur tersebut.
Al Fikri, warga Kecamatan Natal yang dijumpai StartNews, Sabtu ( 18/6/2022) sore, mengatakan kondisi jalan putus ini sudah terjadi sejak Minggu kemarin. Namun, hingga kini belum terlihat gelagat pemerintah memperbaikinya.
Padahal, kita dari empat desa ini sangat berharap kehadiran pemerintah di era perubahan cepat tanggap dengan derita warganya sendiri. Apalagi jalan ini merupakan jalan alternatif warga untuk menuju kota Kecamatan Natal, katanya.
Reporter: Erwin Saleh





Discussion about this post