Hujan lebat disertai angin memicu banjir di Kecamatan Batahan dan luapan sungai di Kecamatan Sinunukan pada Selasa (4/8/2026). Puluhan rumah terdampak, tetapi air berangsur surut.
Panyabungan, StartNews – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur sejak Senin (3/8/2026) pagi hingga Selasa (4/8/2026) subuh mengakibatkan banjir merendam puluhan rumah di Kecamatan Batahan dan Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Cuaca ekstrem yang disertai angin kencang sejak pukul 10.00 WIB pada Senin, 3 Agustus 2026, hingga pukul 05.00 WIB pagi keesokan harinya membuat debit air sungai meningkat drastis di beberapa wilayah desa.
Di Kecamatan Batahan, peningkatan debit air sungai mulai meluap hingga merendam kawasan perumahan Lingkungan I di Desa Batahan I.
Kondisi yang lebih parah terpantau di Desa Muara Pertemuan, ketinggian air mencapai 60 sentimeter dan telah merendam sedikitnya dua belas rumah warga.
Aparat desa setempat mengeluarkan imbauan kepada warga yang terdampak untuk segera mencari tempat yang lebih aman atau berpindah sementara ke dataran yang lebih tinggi guna mengantisipasi kemungkinan debit air kembali naik.
Sebagai upaya antisipasi dan mitigasi bencana, masyarakat di Desa Pasar Batahan bergotong-royong untuk membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran parit. Langkah ini untuk mencegah luapan air susulan ke area pemukiman akibat penyumbatan saluran drainase di tengah intensitas curah hujan yang masih belum menentu.
Sementara luapan air dari Sungai Batang Bangko juga sempat menggenangi area pemukiman di wilayah RT 01, Dusun 1, Desa Bintungan Bejangkar Baru, Kecamatan Sinunukan.
Genangan air berwarna kecokelatan tampak membanjiri pekarangan hingga menyentuh bagian dasar struktur sejumlah rumah panggung berbahan kayu milik warga setempat.
Berdasarkan data yang dihimpun pada sore hari, luapan sungai dengan ketinggian mencapai 30 sentimeter tersebut berdampak pada 65 kepala keluarga dan sempat memasuki sekitar dua puluh rumah warga.
Meskipun genangan air sempat mengkhawatirkan warga di dua kecamatan, pihak berwenang memastikan bahwa situasi masih dalam keadaan aman terkendali dan genangan air mulai menyusut pada Selasa (4/8/2026) sore.
Camat Sinunukan Abdi Negara Pulungan mengatakan proses pemantauan akan terus dilanjutkan secara intensif bersama aparatur desa dan memastikan belum ada warga yang dievakuasi ke posko pengungsian.
“Dapat kami laporkan bahwa pada sore ini pukul 17.00 WIB genangan air akibat luapan Sungai Batang Bangko sudah berangsur menyusut dan jumlah pengungsi nihil,” ujar Abdi Negara Pulungan.
Lebih lanjut, dia menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat di tengah kondisi cuaca saat ini. “Kami akan tetap berkoordinasi dengan kepala desa untuk memonitor perkembangan kondisi cuaca. Demikian laporan untuk saat ini, kondisi masih aman terkendali, dan apabila kondisi semakin memburuk akan kami laporkan dan tindak lanjuti kembali,” pungkasnya.
Reporter: Agus Hasibuan





Discussion about this post