• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, Juni 25, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Tengok Beragam Peristiwa Alam di Madina Hari Ini

by Redaksi
Rabu, 24 Juni 2026
0 0
0
Tengok Beragam Peristiwa Alam di Madina Hari Ini

Penampakan sungai Aek Singengu meluap dan menerjang pemukiman penduduk di Singengu, Kecamatan Kotanopan, Madina, Rabu (24/6/2026). (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

Hujan deras yang mengguyur Madina memicu banjir di Kotanopan, Sungai Batang Gadis meluap, dan pohon tumbang di Jalinsum Tambangan pada Rabu (24/6/2026).

Panyabungan, StartNews – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, sejak Selasa (23/6/2026) malam memicu rentetan peristiwa alam berupa banjir bandang dan pohon tumbang yang melumpuhkan aktivitas warga pada Rabu (24/6/2026).

Peristiwa yang didokumentasikan secara mandiri oleh warganet ini menjadi peringatan terhadap tingginya potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Madina.

Bencana paling berdampak pagi ini terjadi di kawasan Singengu, Kecamatan Kotanopan. Sungai Aek Singengu tidak mampu menampung tingginya debit air akibat hujan semalaman, sehingga meluap dan langsung menerjang kawasan pemukiman penduduk.

Dalam foto yang diunggah waganet di berbagai platform media sosial yang dilihat hari ini, tampak aliran air berwarna cokelat pekat mengalir deras dan nyaris menyamai tinggi tebing jalanan di sekitarnya.

Kondisi yang memprihatinkan terlihat ketika genangan banjir berlumpur merendam area bawah rumah-rumah panggung dan semi-permanen milik warga.

Ancaman debit air ini juga memperlihatkan arus sungai yang mengamuk berdekatan langsung dengan fasilitas umum seperti masjid dan rumah-rumah penduduk di bantaran sungai.

Seorang warganet yang mengunggah kondisi tersebut di media sosial memberikan peringatan darurat. “Sungai Aek Singengu, Kotanopan, meluap. Rumah warga terendam banjir, diimbau kepada masyarakat terkhusus yang ada di bantaran sungai agar tingkatkan kewaspadaan,” tulisnya dalam keterangan foto yang beredar.

Ancaman serupa juga mengintai warga yang berada di sepanjang aliran Sungai Batang Gadis. Pantauan visual dari warga menunjukkan adanya peningkatan volume air yang signifikan. Berdasarkan pantauan pada pukul 09.36 WIB, terlihat arus sungai yang lebar dan deras dengan warna lumpur pekat di kawasan bendungan jembatan Aek Godang, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan.

Menyikapi fenomena alam ini, warganet saling menyebarkan peringatan dini kepada masyarakat agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Kondisi sungai Batang Gadis pagi ini, Rabu, 24 Juni 2026, di Bendungan Jembatan Aek Godang Parbangunan. Debit airnya naik dari biasa, yang tinggal di hilir sungai agar tetap waspada,” imbau salah satu warganet melalui unggahannya.

Selain ancaman air bah, cuaca ekstrem juga menyebabkan gangguan transportasi darat. Sebuah pohon berukuran besar dilaporkan tumbang dan menutup seluruh badan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di kawasan Maga, Kecamatan Tambangan.

Mobil pikap putih terpaksa berhenti karena jalan terblokir rimbunnya dahan pohon yang tumbang di tengah jalan aspal. Di tengah guyuran hujan, seorang pria berpayung tampak mengamati situasi yang melumpuhkan lalu lintas antar-daerah tersebut.

“Badan jalinsum di Maga, Tambangan, tertutup pohon tumbang. Masyarakat yang hendak melintas diminta meningkatkan kewaspadaan,” kata seorang warganet dalam postingannya di facebook.

Rentetan peristiwa alam yang dilaporkan pada Rabu (24/6/2026) pagi mempertegas kerentanan wilayah Kabupaten Madina terhadap bencana hidrometeorologi.

Secara geografis, Madina dikelilingi perbukitan yang rawan longsor serta dilewati banyak aliran sungai besar yang berpotensi meluap secara tiba-tiba (banjir bandang) saat curah hujan berada di atas ambang normal.

Situasi ini menuntut masyarakat, khususnya yang bermukim di zona merah bencana, agar terus bersiaga. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan merespons laporan warga dengan langkah mitigasi taktis di lapangan demi mencegah jatuhnya korban dan kerugian yang lebih luas.

Reporter: Sir

Tags: Hari InimadinaPeristiwa Alam
ShareTweet
Next Post
Timsel Umumkan 55 Nama Calon Anggota KPID Sumut, Ini Daftarnya

Ini Daftar 43 Calon Anggota KPID Sumut yang Lulus Tes Tertulis

Discussion about this post

Recommended

Hadiri Sejuta Salawat, Saipullah Mohon Bimbingan Kelola Pemerintahan Madina

Hadiri Sejuta Salawat, Saipullah Mohon Bimbingan Kelola Pemerintahan Madina

5 bulan ago
Tempat Isolasi Disiapkan, Warga Luar Daerah Masuk Madina Wajib Tes Swab Antigen

Tempat Isolasi Disiapkan, Warga Luar Daerah Masuk Madina Wajib Tes Swab Antigen

5 tahun ago

Popular News

  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPOM Ungkap Takjil Berbahaya di Indonesia, Kenali Jenis Makanannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 4.843 Warga Tapanuli Tengah Masih Mengungsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ban Pecah di Tol Jakarta-Merak, Truk Padi Terguling, Sopir Patah Tulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026